periskop.id - Pemerintahan Donald Trump tengah mendorong paket regulasi besar yang berpotensi mengubah wajah internet di Amerika Serikat (AS). Dalam negosiasi dengan Kongres, Gedung Putih menawarkan kompromi: negara bagian tidak lagi bisa mengatur kecerdasan buatan (AI), tetapi sebagai gantinya diberlakukan tiga undang-undang sensor federal.

Melansir Futurism, RUU yang dimaksud meliputi Kids Online Safety Act (KOSA), Not False Act, dan mandat verifikasi usia federal. Ketiganya digadang sebagai upaya melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari konten berbahaya. Namun, kritik keras muncul dari berbagai pihak yang menilai kebijakan ini justru membuka jalan bagi sensor besar-besaran di AS.

Advertisement

Organisasi kebebasan berekspresi seperti FIRE (Foundation for Individual Rights and Expression) menilai langkah ini berbahaya. Bahkan, meski FIRE didukung oleh tokoh konservatif, mereka tetap menolak keras kebijakan yang dianggap memberi pemerintah federal kendali penuh atas platform media sosial.

Platform besar seperti Meta (Instagram dan Facebook) menjadi target utama. Dengan lebih dari 70% warga AS menggunakan media sosial, regulasi ini berpotensi menghapus ruang anonim dan mempersempit kebebasan berpendapat.

Dampak pada Kebebasan Berpendapat Rakyat AS

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap demokrasi digital. Hilangnya anonimitas berarti warga tidak lagi bebas menyuarakan kritik tanpa takut identitas mereka terungkap. 

Dalam konteks politik, hal ini bisa berujung pada kriminalisasi oposisi.

Survei Pew Research Center (2024) menunjukkan 62% warga Amerika mendukung regulasi AI, tetapi 58% di antaranya menolak sensor internet yang terlalu luas. 

Data ini memperlihatkan dilema publik: mereka ingin keamanan digital, tetapi tidak dengan mengorbankan kebebasan berbicara.

Selain itu, riset dari Electronic Frontier Foundation (EFF) menegaskan bahwa kebijakan verifikasi usia dapat mengurangi akses informasi bagi kelompok rentan, termasuk remaja yang membutuhkan ruang aman untuk berdiskusi.

Trade-off Berbahaya

Negosiasi Trump dengan Kongres memperlihatkan trade-off yang berbahaya: regulasi AI ditukar dengan sensor internet. 

Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan digital, tidak hanya di Amerika, tetapi juga berpotensi memengaruhi standar global.

Para pakar menilai, solusi yang ditawarkan justru lebih buruk daripada masalah yang ingin diatasi. Alih-alih melindungi masyarakat, kebijakan ini bisa memperkuat kontrol politik atas ruang publik digital di Negeri Paman Sam.