periskop.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan institusinya segera mengeksekusi seluruh rekomendasi hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).
Langkah itu diambil guna meningkatkan kualitas tata kelola dan sistem pengawasan internal kepolisian.
“Polri pada prinsipnya segera menindaklanjuti terkait dengan usulan-usulan yang memang kami rasa ini akan terus membuat institusi Polri ini menjadi lebih baik,” kata Sigit di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5).
Pernyataan tersebut disampaikan usai Sigit bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas arah kebijakan reformasi Polri. Pertemuan ini fokus pada langkah konkret penguatan institusi ke depan.
Kapolri menilai usulan komisi merupakan masukan positif bagi kepolisian. Pihaknya siap mengimplementasikan poin-poin rekomendasi tersebut secara bertahap dalam waktu dekat.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Agenda ini menjadi prioritas dalam daftar transformasi institusi.
“Penguatan Kompolnas tentunya tadi menjadi bagian yang akan segera kita laksanakan,” ujar Sigit.
Selain masalah pengawasan, Sigit menyinggung pengaturan personel yang bertugas di luar struktur organisasi. Masalah ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian terkait.
“Penempatan di luar struktur kami segera akan rapatkan dengan Menko Hukum,” katanya.
Strategi reformasi ini tidak dilakukan secara acak melainkan melalui perencanaan matang. Polri telah membagi tahapan pembenahan berdasarkan skala waktu.
Penyusunan strategi tersebut mencakup rencana jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Pembagian ini bertujuan agar transformasi tata kelola berjalan sistematis.
“Kami sudah susun untuk mana yang masuk strategi jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujarnya.
Melalui skema tersebut, Sigit memastikan setiap rekomendasi memiliki tenggat waktu eksekusi yang jelas. Hal ini menjadi bentuk keseriusan Polri dalam berbenah diri.
“Prinsipnya Polri menyambut baik hasil rekomendasi dari Komisi Reformasi Polri dan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Komitmen ini menandai peralihan fase reformasi dari sekadar perumusan ide menuju aksi nyata. Fokus utama tetap pada perbaikan layanan dan integritas personel di lapangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar