periskop.id - Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan M 6,2 kembali mengguncang Mindanao, Filipina selatan, Senin (15/6). Getaran itu datang hanya sepekan setelah gempa dahsyat M 7,8 menerjang wilayah yang sama.
Berdasarkan data USGS, gempa tersebut berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao pada kedalaman 112 kilometer atau sekitar 69,5 mil. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa terbaru itu.
"Kuat tetapi singkat," tutur warga setempat di Mindanao, Senin (15/6). Getaran itu disebut memicu alarm evakuasi di sejumlah gedung.
Gempa tercatat terjadi pada pukul 17.18 waktu setempat atau 0918 GMT. Meski berlangsung singkat, respons evakuasi di beberapa bangunan langsung diaktifkan sebagai bentuk kewaspadaan.
Gambaran berbeda jauh ditunjukkan oleh gempa sebelumnya. Sepekan silam, gempa M 7,8 yang juga berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao menewaskan sedikitnya 61 orang.
Selain korban jiwa, gempa M 7,8 itu juga menyebabkan hampir 500 orang menderita luka-luka. Lebih dari 20.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan berlindung di tempat-tempat pengungsian.
Kekhawatiran akan ancaman tsunami mendorong banyak warga untuk mengungsi. Gelombang setinggi hingga 1,4 meter terpantau di perairan Filipina, meski dampaknya dilaporkan hanya merusak enam rumah panggung di sebuah desa dekat kawasan pantai.
Gelombang yang lebih kecil turut menjangkau wilayah di luar Filipina. Indonesia, Palau, dan Jepang tercatat ikut merasakan rambatan gelombang tersebut.
Mindanao sendiri merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Filipina. Posisinya di kawasan tektonik aktif menjadikan wilayah ini kerap menjadi episentrum gempa berskala besar.
Dua gempa besar dalam rentang tujuh hari memperkuat kewaspadaan warga Mindanao. Otoritas setempat terus memantau situasi pasca-gempa sambil memastikan warga yang mengungsi akibat gempa sebelumnya tetap mendapat perlindungan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar