Periskop.id - Menteri Luar Negeri Sugiono mengapresiasi langkah Pemerintah Inggris yang resmi mengakui negara Palestina. Ia menilai pengakuan tersebut sekaligus mendukung upaya mewujudkan two-state solution di kawasan Timur Tengah.
Sugiono menjelaskan, tugas bersama saat ini adalah menyelaraskan pengakuan itu dengan perlindungan nyata bagi warga sipil. Menurutnya, akses bantuan kemanusiaan dan realisasi solusi dua negara juga harus jadi prioritas selanjutnya.
"Tugas bersama kami saat ini adalah menyelaraskan pengakuan tersebut dengan upaya perlindungan nyata terhadap warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, serta realisasi solusi dua negara," kata Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Inggris di Manila, Filipina, Rabu (22/7).
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menilai Inggris memiliki tanggung jawab khusus sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Tanggung jawab itu, menurutnya, mencakup upaya mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Inggris secara resmi mengakui Palestina pada 21 September 2025, tak lama sebelum Sidang Majelis Umum PBB tahun itu digelar. Pengakuan tersebut disampaikan Keir Starmer, yang kala itu menjabat perdana menteri Inggris.
Pemerintah Inggris menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari komitmen menjaga prospek solusi dua negara. Tujuannya mencakup penghentian perang di Gaza, penghentian pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, hingga dorongan reformasi internal di pihak Palestina.
Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Inggris di Manila turut mengadopsi dua dokumen kerja sama. Keduanya adalah Plan of Action to Implement the ASEAN-United Kingdom Dialogue Partnership 2027-2031 dan ASEAN-UK Joint Ministerial Statement on Cooperation on the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific: Advancing Together.
Kedua dokumen tersebut bakal jadi acuan penguatan kerja sama ASEAN-Inggris ke depan. Cakupannya meliputi perdamaian dan keamanan, penanggulangan kejahatan lintas negara, transisi hijau, konektivitas, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menegaskan kembali komitmen jangka panjang negaranya dalam memperkuat kerja sama dengan ASEAN. Dia juga menyerukan penyelesaian damai atas berbagai sengketa internasional.
Sugiono menyatakan negara-negara Asia Tenggara siap mendukung langkah Inggris tersebut. Dukungan itu tercermin dari sikap konsisten ASEAN dalam mempromosikan dialog damai dan kerja sama antarnegara.
"Konsistensi adalah wujud nyata dari kredibilitas. Konsistensi itulah yang juga ditawarkan oleh ASEAN kepada dunia, yakni menjadi sebuah wadah untuk kolaborasi, bukan arena bagi rivalitas," ucap Sugiono.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar