Periskop.id - Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengonfirmasi sedikitnya 100 imigran tewas saat berusaha memasuki kota enklave Spanyol di Afrika Utara tersebut. Kabar duka itu disampaikan pada Kamis (6/8), sehari setelah radio Cadena SER melaporkan jumlah korban yang lebih tinggi.
Vivas menyampaikan, tragedi tersebut merupakan buntut dari gelombang besar krisis migrasi yang tak bisa dikendalikan. Ia mengucapkan rasa terima kasih atas nama seluruh warga Ceuta atas dukungan yang diterima kota tersebut.
"Saya ingin sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih kami dan, atas nama seluruh warga Ceuta, saya tekankan dua hal. Pertama, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang tidak dapat dikendalikan akibat sekitar 100 korban jiwa karena gelombang besar krisis migrasi ini," kata Vivas, Kamis (6/8).
Pernyataan Vivas muncul setelah stasiun radio Cadena SER melaporkan pada Rabu (5/8) bahwa sedikitnya 141 migran tewas dalam upaya memasuki Ceuta. Angka dari laporan radio tersebut lebih tinggi dibanding konfirmasi resmi wali kota.
Selain menyampaikan duka, Vivas juga menegaskan poin kedua yang tak kalah penting. Ia menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan lembaga-lembaga Eropa untuk membantu Spanyol mengatasi krisis migrasi yang tengah berlangsung.
Krisis ini bermula pada akhir Juli lalu, ketika Ceuta menghadapi gelombang besar kedatangan imigran. Kota yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko itu sempat kewalahan menampung lonjakan pendatang dalam waktu singkat.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat sekitar 72.000 orang sempat memasuki Ceuta selama gelombang migrasi tersebut berlangsung.
Dari jumlah itu, sekitar 70.000 orang kemudian kembali ke Maroko. Data ini menunjukkan skala krisis migrasi yang dihadapi kota enklave tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi di perbatasan Ceuta dan Maroko memang kerap menjadi titik rawan lonjakan migrasi menuju wilayah Eropa. Kondisi geografis Ceuta yang berbatasan langsung dengan daratan Afrika membuat kota ini kerap jadi pintu masuk favorit para migran.
Pemerintah setempat hingga kini masih menghadapi tantangan dalam menangani arus migrasi yang terus berdatangan. Dukungan dari lembaga-lembaga Eropa dinilai Vivas krusial untuk membantu Spanyol keluar dari krisis kemanusiaan tersebut.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar