periskop.id - Kabinet Iran menegaskan komitmen melancarkan aksi balasan setimpal atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat gempuran militer Amerika Serikat dan Israel. Jajaran pemerintahan mengutuk keras insiden berdarah yang menargetkan langsung tokoh utama negara tersebut.
"Kejahatan besar ini tak akan pernah dibiarkan tanpa balasan," bunyi pernyataan resmi kabinet Iran menyikapi tewasnya sang pemimpin, Minggu (1/3).
Televisi pemerintah setempat sebelumnya mengonfirmasi hilangnya nyawa tokoh sentral tersebut. Hantaman senjata secara presisi menyasar ruang kantor sang pemimpin di ibu kota Teheran pada Sabtu (28/2).
"Kematiannya di kantor menunjukkan ia secara konsisten berdiri di antara rakyatnya dan berada di garis depan tanggung jawabnya, menghadapi apa yang disebut para pejabat sebagai arogansi global," sebut siaran televisi pemerintah Iran.
Kepastian dari media lokal ini sekaligus mengakhiri teka-teki publik mengenai nasib sang pemimpin tertinggi. Rumor kematian tokoh penting ini sejatinya telah berembus kencang sesaat sesudah rentetan serangan terjadi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan lebih dahulu membocorkan kabar kematian tersebut. Ia menggunakan platform media sosial Truth untuk mengumumkan hasil operasi militernya.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat di sejarah, telah tewas," tulis Trump.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyuarakan narasi serupa mengenai kondisi musuh utamanya. Petinggi Israel ini merasa sangat yakin target operasi mereka telah terbunuh.
Netanyahu menilai indikasi kematian sang pemimpin tertinggi semakin menguat setelah serangan berlalu. Keyakinan tersebut merujuk pada pantauan situasi lapangan pascagempuran militer.
Khamenei memegang pucuk pimpinan kekuasaan Iran sejak tahun 1989 silam. Ia menduduki posisi strategis tersebut guna menggantikan mendiang sang ayah Ayatollah Khomeini.
Tinggalkan Komentar
Komentar