Periskop.id - Dokter dan ahli estetika dr. Dewita Kamaruddin BMedSCi (Hons.) menyatakan, tanda awal penuaan dengan muncul tanda garis halus bisa terlihat pada anak muda zaman sekarang. Umumnya saat memasuki usia 20-an karena gaya hidup yang tidak dijaga.

“Tanda-tanda awal aging adalah garis ekspresi yang fine, yang tipis-tipis dulu, lalu mulailah ada garis senyum, ketika tidak olahraga, makannya juga sembarangan mulailah terjadi kulit-kulitnya, jawline nya tidak tegas,” kata Dewita kepada awak media di acara konferensi pers Facial Harmony 2.0 di Jakarta, Rabu (22/4). 

Ia mengatakan, di setiap usia, smile line pasti ada yang memberikan definisi atau ketegasan pada wajah. Tetapi seiring penuaan atau penurunan berat badan yang drastic, dapat memberikan kesan garis senyum yang lebih terlihat.

Dokter di Miracle Ultimate Clinic itu menambahkan, gaya hidup yang tidak dijaga seperti kurang olahraga, kebiasaan menggunakan vape atau rokok elektrik, makan makanan yang tidak sehat dapat memengaruhi estetika kulit, menjadi kusam dan muncul kerutan tipis sejak muda.

“Kelihatannya ada kulit-kulit berlebih di bagian garis senyum itulah yang membuat wajah terlihat tidak segar,” serunya. 

Ia mengatakan, perawatan bisa dilakukan mulai dari usia 20-an dengan berkonsultasi kepada dokter terkait apa yang harus dilakukan. Seperti mengurangi kerutan yang dapat meningkatkan estetika wajah, menguatkan otot yang menyanggah kulit agar tidak kendur seiring dengan bertambahnya usia.

Untuk menstimulasi otot yang mengecil bisa dilakukan perawatan kolagen stimulator untuk menguatkan jaringan pembungkus otot. Selain itu bisa dilakukan deep lifting untuk mengencangkan ligamen otot.

“Kamu tahu kamu bisa melakukan sesuatu, bukan berarti umur 20-an merasa masih muda nantilah botox umur 40, tidak bisa begitu. Tapi kalau kamu peduli dengan wajahmu apalagi suka bertemu orang banyak maka perlu konsultasi dengan dokter untuk tampilan natural, bukan yang overly done,” tuturnya. 

Paparan Sinar UV
Selain faktor-faktor di atas, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. R Amanda Sumantri, SpKK, FINSDV sebelumnya juga mengingatkan paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit. Konsisi ini tidak hanya mengganggu penampilan tetapi juga berisiko meningkatkan kemungkinan kanker kulit.

“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” kata dr. R Amanda yang berpraktik di RS Premier Bintaro beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, penuaan dini umumnya muncul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, dan dada bagian atas.

Adapun ciri-cirinya antara lain muncul pembuluh darah laba-laba di hidung, pipi, dan leher, hilangnya elastisitas kulit, hingga bertambahnya garis halus serta kerutan di sekitar mata dan mulut.

Selain itu, paparan UV juga dapat menyebabkan bercak merah kasar dan bersisik (keratosis aktinik), perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga muncul bercak putih di lengan, kaki, serta punggung tangan.

Menurut Amanda, kondisi tersebut juga dapat membuat warna dan tekstur kulit menjadi tidak merata serta memicu penipisan kulit. Ia menyarankan pencegahan dilakukan dengan memakai tabir surya ber-SPF tinggi dan antiair setiap hari, terutama pada area kulit yang tidak tertutup pakaian, serta mengaplikasikan ulang setiap dua jam sekali.

Langkah lain adalah menggunakan topi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan sinar UV, serta pakaian berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan. “Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan DNA pada sel kulit akibat sinar ultraviolet tidak dapat pulih sepenuhnya seperti semula. Namun, penuaan dini tetap dapat ditangani melalui berbagai metode perawatan medis.

Beberapa di antaranya adalah laser skin rejuvenation untuk mengurangi kerutan dan mengencangkan kulit dengan stimulasi kolagen, microdermabrasion untuk mengangkat sel kulit mati dan menyamarkan bintik penuaan. Juga chemical peels untuk membantu memperbaiki warna kulit yang tidak merata.

Pilihan lain termasuk suntik dermal filler untuk mengganti kolagen alami yang hilang serta terapi intense pulsed light(IPL) yang memanfaatkan gelombang cahaya Panjang, guna mengurangi tanda penuaan dini.

Amanda mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perlindungan kulit sejak dini, agar risiko penuaan dini maupun gangguan kulit akibat paparan matahari dapat diminimalkan.