periskop.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 sejak Senin (23/2). Pada tahap awal atau batch pertama, pemerintah menyiapkan kuota 20 ribu peserta yang dikhususkan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dalam tiga tahun terakhir.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan program ini digelar secara gratis dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi sekaligus daya saing lulusan pendidikan menengah.

“Kita sekarang sudah membuka Pelatihan Vokasi Nasional batch pertama, 20 ribu orang untuk lulusan SMA dan SMK tiga tahun terakhir. Ada 33 tempat pelatihan, 31 kejuruan, dengan jumlah kelas sekitar 830,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, pelatihan akan berlangsung antara satu hingga empat bulan, tergantung jenis program yang diikuti. Bidang pelatihan mencakup teknologi informasi, komunikasi, bisnis dan manajemen, pariwisata, tata busana, garmen, housekeeping, kelistrikan, mekanisasi pertanian, hingga konstruksi.

Selain pelatihan tanpa biaya, peserta juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas penunjang.

“Disediakan makan siang, ada uang transport Rp20.000 per hari. Kemudian diberikan asuransi JKK dan JKM, modul pelatihan, serta sertifikat dari BNSP,” kata Yassierli.

Untuk pelatihan tertentu, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama bagi peserta yang berasal dari luar kota.

Hingga peluncuran resmi, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 8 ribu orang. Pemerintah membuka pendaftaran hingga akhir pekan depan dan menargetkan pelatihan dimulai pada awal April 2026.

Adapun persyaratan usia minimal 17 tahun serta lulusan tahun 2023–2025. Seleksi dilakukan melalui dua tahap, yakni seleksi administratif disertai asesmen dan wawancara.

Yassierli menambahkan, sejumlah balai pelatihan telah menjalin kemitraan dengan industri guna memperbesar peluang penempatan kerja setelah lulus. Beberapa program juga dirancang agar peserta dapat langsung berwirausaha, seperti pelatihan barista dan smart IT.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja, baik hard skill maupun soft skill. Kurikulumnya dekat dengan dunia usaha sehingga lulusannya sesuai dengan tuntutan pasar kerja,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah lulusan SMA-SMK pada 2024–2025 mencapai 3,28 juta orang. Dari total 148 juta pekerja nasional, lulusan SMA yang bekerja tercatat sekitar 31,05 juta orang atau 20%, sementara lulusan SMK sebanyak 20,8 juta orang atau 14%. Program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen reskilling dan upskilling bagi lulusan muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui laman resmi https://skillhub.kemnaker.go.id. . Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap situs palsu yang mengatasnamakan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026.