periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan proses seleksi calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memasuki tahap finalisasi. Nama-nama kandidat terpilih akan diumumkan pada Senin, 22 Juni 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fauzi menerangkan, keputusan soal kandidat yang akan diusulkan sebagai anggota direksi baru BEI hampir rampung.

Advertisement

"Calon direksi sudah mendekati akhir, saat ini sedang dalam tahap finalisasi untuk keputusan yang terpilih," ujar Hasan saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (17/6).

Pengumuman pada 22 Juni merujuk pada ketentuan yang mewajibkan daftar calon disampaikan kepada pemegang saham dan publik paling lambat tujuh hari sebelum RUPS digelar.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI yang akan membahas susunan direksi baru dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.

Sebelumnya, OJK mencatat 28 nama telah masuk sebagai calon direksi BEI. Mereka diajukan dalam empat paket pencalonan, masing-masing terdiri dari tujuh posisi direksi.

Batas akhir pengajuan paket pencalonan telah ditutup pada 4 Mei 2026. Hasan memaparkan, seluruh kandidat sudah melewati tahap pendaftaran awal sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pengajuan dilakukan dalam bentuk paket sesuai ketentuan, dan seluruh kandidat telah melalui tahap pendaftaran awal sebagaimana diatur dalam POJK," ujar Hasan.

OJK kini masih memverifikasi kelengkapan administrasi seluruh kandidat sebelum mereka menjalani fit and proper test. Hasan mengungkapkan, komposisi kandidat yang masuk mencerminkan keberagaman latar belakang, mulai dari pelaku pasar modal hingga profesional dari sektor keuangan dan teknologi informasi.

Proses pencalonan direksi BEI mengacu pada POJK Nomor 58/POJK.04/2016, yang mensyaratkan calon memiliki integritas, reputasi, dan kompetensi memadai, serta mampu menjalankan fungsi bursa secara independen dan profesional. OJK berharap jajaran direksi dan komisaris BEI terpilih kelak mampu mengawal agenda reformasi pasar modal, termasuk peningkatan likuiditas, penguatan tata kelola, dan pengembangan infrastruktur bursa yang adaptif terhadap teknologi.

"Agenda RUPS akan dilakukan pada 29 Juni 2026 dan sesuai ketentuan, pengumuman calon direksi akan disampaikan pada Senin, 22 Juni 2026, atau seminggu sebelum pelaksanaan RUPS," pungkas Hasan.