Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan, modifikasi cuaca akan kembali dilakukan untuk mengantisipasi prakiraan peningkatan curah hujan di Jakarta.
“Menghadapi cuaca yang mungkin curah hujannya akan meningkat, diperkirakan pada minggu kedua bulan Desember sampai dengan Januari, untuk itu memang harus ada persiapan di lapangan secara dini,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12).
Selain melakukan modifikasi cuaca, dia juga telah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta agar menyiapkan pompa air sebagai antisipasi banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pun diminta untuk bersiap menghadapi prakiraan cuaca tersebut.
Lebih lanjut, Pramono mengaku sudah menyetujui dan melakukan penandatanganan penlock, untuk penyelesaian normalisasi Kali Ciliwung dan Kali Krukut.
Menurut dia, saat ini sudah ada 14 lokasi penlock yang telah disetujui. Ke depannya, dia mengatakan akan menambah titik penlock untuk normalisasi Kali Ciliwung. Namun, dia belum dapat merinci jumlah titik yang akan ditambah.
“Mudah-mudahan, persiapan yang sudah dilakukan sejak dini ini akan membuat Jakarta bisa mengantisipasi. Belajar dari kejadian dimana saja yang sekarang ini memang bukan hanya di Indonesia tetapi di negara-negara lain, bahkan di Eropa pun terjadi banjir yang di luar perkiraan,” ujar Pramono.
Siaga Personel
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyiagakan personel dan peralatan, untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"BPBD DKI Jakarta bersama perangkat daerah terkait telah menyiapkan langkah antisipatif," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji di Jakarta, Senin (1/12).
Isnawa menyampaikan, seluruh jajaran sudah diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya, banjir, angin kencang dan pohon tumbang.
"Personel kami siaga di lapangan untuk mendukung penanganan darurat dengan peralatan evakuasi maupun sarana pendukung lainnya," ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta melalui BPBD juga mengimbau masyarakat, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Warga diharapkan aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan kanal-kanal resmi Pemprov DKI Jakarta, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui nomor panggilan (Call Center) Jakarta Siaga 112.
Isnawa menambahkan, Jakarta memiliki sekitar 30 ribu Rukun Tetangga (RT) yang harus dilindungi sehingga upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Selain itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga telah menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa yang tersebar di rumah pompa maupun pos pengendalian banjir serta pompa portabel, untuk mempercepat penyedotan genangan di titik rawan.
BPBD DKI Jakarta juga terus mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk menyiapkan tas siaga bencana, menjaga kebersihan saluran air di lingkungan sekitar serta memastikan instalasi listrik tetap aman.
Kolaborasi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sangat penting dalam menghadapi musim hujan ini. "Dengan kesiapsiagaan bersama, kita bisa meminimalisasi risiko dan dampak yang ditimbulkan," imbuhnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar