Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan izin taman-taman di Jakarta menggunakan nama tertentu. Termasuk nama hasil kerja sama dengan pihak swasta maupun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Saya mengizinkan tempat ini juga untuk pembangunannya bisa dengan CSR atau partisipasi siapapun,” ujar Pramono di Jakarta Barat, Kamis (12/2). 

Menurut Pramono, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya melibatkan masyarakat dalam pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota. Pramono mengatakan, pembangunan maupun revitalisasi taman di Jakarta dapat didukung oleh berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

Nantinya, nama taman bisa disesuaikan, termasuk dengan mencantumkan identitas pihak yang berkontribusi. Salah satunya adalah "Maroedja Sport Park" yang baru saja ia resmikan pada Kamis pagi. Taman yang dulunya dikenal dengan nama Taman Ki Amat tersebut diketahui merupakan hasil revitalisasi.

Apabila ada pihak lain yang ingin membantu mengembangkan taman itu, Pramono mempersilahkan taman tersebut menggunakan nama mereka.

“Taman Maroedja Sport Park by siapalah gitu loh. Jadi ini diperbolehkan. Ini bagian bagaimana kita melibatkan masyarakat untuk juga membangun Jakarta,” kata Pramono.

Dia mengatakan, Maroedja Sport Park merupakan wujud nyata kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta, dalam memperbaiki, merenovasi, dan menata lahan seluas kurang lebih 2,2 hektare untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas publik.

Fasilitas yang tersedia di taman itu meliputi lapangan basket, jogging track, serta sarana olahraga lainnya. “Memang ini baru tahap pertama, nanti akan diselesaikan pada tahap kedua. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari penataan Kawasan Koridor Meruya untuk meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau publik serta menjadi wadah interaksi sosial di Jakarta,” jelas Pramono.

Dia menyebut, total anggaran pembangunan Maroedja Sport Park mencapai Rp10,9 miliar dari kebutuhan sekitar Rp12 miliar. Ia pun meminta jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Dispora DKI Jakarta segera melanjutkan pembangunan tahap II.

“Nanti kalau tidak bisa diselesaikan, Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan untuk menyelesaikan,” tegasnya. 

Dia menilai, lokasi Maroedja Sport Park sangat strategis dan dibutuhkan masyarakat sekitar. Ke depan, lapangan tersebut akan dilengkapi pencahayaan dan videotron agar dapat dimanfaatkan hingga malam hari.

“Oleh karena itu, dengan kehadiran fasilitas umum ini, kami mengajak warga untuk turut merawat Maroedja Sport Park sebagai bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus berkembang,” ucap Pramono.

Sebelumnya, Pramono juga menyebutkan agar wali kota dan bupati melakukan kerja sama dengan pihak swasta dalam memanfaatkan program CSR untuk membangun RTH di wilayah masing-masing.

"Karena dengan partisipasi publik yang luar biasa dan taman-taman sekarang walaupun kecil-kecil dibuat menjadi lebih hijau menunjukkan ruang terbuka hijau kita secara signifikan pasti akan mengalami perubahan (jumlahnya bertambah)," tuturnya.