Periskop.id - Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) menutup sementara lubang galian proyek perpipaan di Jakarta selama libur masa mudik dan libur Lebaran. Keputusan ini dilakukan untuk mencegah kemacetan.

"Selama masa mudik dan libur Lebaran, seluruh lubang galian akan kami keraskan dan ditutup sementara untuk meminimalisasi kemacetan," kata Senior Manager Unit Pelayanan Pelanggan (UPL) PAM Jaya, Ferdian Avrizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (7/3). 

Upaya tersebut salah satunya dilakukan, menyusul adanya proyek galian PAM Jaya di Jalan Peta Selatan, Kalideres yang ikut berdampak pada meluapnya air got di kawasan tersebut.

Selain itu, sebagian proyek galian di Jakarta termasuk di Jalan Peta Selatan menerapkan ruang pembatas pekerjaan yang menutup salah satu lajur jalan, sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan. Ferdian mengungkapkan, proyek instalasi air bersih yang ada Jalan Peta Selatan merupakan bagian dari komitmen layanan air perpipaan yang harus rampung 100% pada 2029.

"Untuk di lokasi ini (Jalan Peta Selatan) estimasi pekerjaan ditargetkan selesai akhir April 2026," serunya.  

Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, PAM Jaya berencana membuat sekitar 100 lubang galian (pit) selama 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari pemasangan pipa baru sepanjang 700 - 1.000 kilometer untuk meningkatkan cakupan air bersih Ibu Kota.

Sebelumnya, tampak di lokasi proyek Jalan Peta Selatan pada Senin (2/3) sore, air got membentuk kolam kecil berukuran 2 x 3 meter di tepi jalan. Air kotor berbau menyengat itu pun meluber hingga membuat becek badan jalan.

Pembatas Proyek
Bagian pinggir jalan pun tampak rusak akibat rembesan air. Di sekitar lokasi, masih terpasang papan pembatas proyek yang menutup salah satu lajur. Di area proyek galian itu tertulis "Sedang dilakukan upaya peningkatan layanan air perpipaan" yang disertai nomor pusat layanan (call center) PAM Jaya.

Kendati galian tersebut tampak telah selesai dikerjakan dengan beberapa titik bekas galian sudah ditutup menggunakan tanah dan semen, pembatas proyek yang menutup jalan tak kunjung dibongkar. Dodi (64), seorang tukang parkir minimarket di dekat lokasi menyebut, banjir air got hitam bermula sejak adanya proyek galian pipa.

"Sudah lama, dua mingguan lebih, dari sebelum puasa ini, jadi banjir. Jadi air, got ini naik. Ini air hitam dari got, setelah digali jadi mampat, tak ngalir, semenjak ada galian," ujar Dodi.

Kondisi air yang hitam ini tak hanya merusak jalanan, tetapi juga menimbulkan aroma tak sedap yang sangat mengganggu aktivitas warga maupun roda perekonomian di sekitarnya. Imbas bau ini pun dirasakan langsung oleh Dodi dan para pekerja ataupun pelanggan di dalam minimarket tersebut.

"Itu kerjaan PAM. Info dari pengurus RT, PAM buang lumpurnya (bekas galian) ke saluran Jalan Satu Maret," ujar Kasudin SDA Jakbar, Purwanti Suryandari saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Purwanti pun menegaskan, PAM Jaya akan segera diminta untuk melakukan pengurasan. "Nanti PAM-nya disuruh kuras saluran itu," serunya. 

Lebih lanjut, kata Purwanti, masalah itu telah dikoordinasikan dengan Dinas Bina Marga dan PAM Jaya. "Sedang dikoordinasikan oleh Dinas Bina Marga ke PAM," ucapnya.