Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginginkan agar jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai jutaan orang perhari. Target ini dipasang melihat sistem transportasi di Shenzhen, China.

Mengutip video yang diunggah melalui akun instagram resminya @pramonoanungw Jumat (24/4), Pramono mengatakan saat ini jumlah pengguna MRT di Shenzen telah mencapai 10 hingga 13 juta penumpang, dengan total lintasan sepanjang 635 km.

“Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Kalau dibandingkan Jakarta, sekarang 128 ribu penumpang per hari. Jakarta tahun depan baru bisa menyelesaikan 22 km,” kata Pramono setelah bertemu dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, China.

“Kita harus banyak belajar dari Shenzhen Metro. Maka MRT-lah yang menjadi kata kunci untuk mengurangi kemacetan di Jakarta,” imbuhnya. 

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Juli 2025, jumlah penumpang transportasi umum paling banyak di Jakarta pada 2025 ditempati oleh Transjakarta dengan 37,6 juta pengguna. Kemudian disusul MRT dengan 4,3 juta penumpang, lalu LRT dengan 118 ribu penumpang. 

Kian Diminati
Sebelumnya, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta mencatat layanan transportasi umum di Jakarta kian diminati. Kondisi tersebut tercermin melalui jumlah penumpang yang meningkat pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta, yakni Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta mencapai 112,1 juta orang pada kuartal I-2026, atau naik dibandingkan kuartal I-2025 yang berjumlah 103,8 juta orang.

"Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 7,99 % jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2025," kata Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat.

Peningkatan jumlah penumpang pada periode tersebut, kata dia, salah satunya ditopang perluasan layanan Transjabodetabek melalui penambahan dua rute baru, yaitu Cikarang-Cawang dan Bandara Soekarno-Hatta Blok M. Juga pengoperasian dua rute baru bus wisata atap terbuka (Open Top Tour), yakni Jakarta Batavia dan Jakarta Sea Side.

Syaefuloh menyampaikan, jumlah penumpang khusus 15 golongan tercatat sebanyak 4.635.105 orang sampai dengan kuartal I-2026. Lebih lanjut, terkait perkembangan konstruksi MRT Jakarta Lintas Utara- Selatan Fase 2A, per 25 Maret 2026 telah mencapai 59,19%. Sementara itu, perkembangan konstruksi LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome-Manggarai hingga 25 Maret 2026 sudah mencapai 91,75%.​​​​​​​