Periskop.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan revitalisasi Stasiun Bundaran HI menjadi ruang multifungsi (extended concourse) untuk memperkuat integrasi kawasan transit di pusat kota. Proyek ini sekaligus menyiapkan jalur MRT fase 2A dari Bundaran HI hingga Monas yang ditargetkan uji coba pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta.

“Di extended concourse Bundaran HI, progres realisasi fisik saat ini sudah mencapai 7,83 persen. Target kami menyelesaikan proyek ini pertengahan 2027 bersamaan dengan uji coba rute Bundaran HI-Monas,” kata Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, dalam Forum Jurnalis 2026 di Jakarta, Rabu (3/6). 

Advertisement

Pembangunan ruang multifungsi meliputi pemindahan pohon, relokasi utilitas, serta penguatan konstruksi area bawah tanah untuk mencegah rembesan. Proyek senilai Rp148,2 miliar ini juga mencakup seleksi mitra usaha yang akan mengisi area extended concourse agar siap beroperasi pada 2027.

“Kami berharap area ini menjadi kawasan baru yang menghidupkan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Bundaran HI, meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik, dan memperkuat konektivitas pusat bisnis Jakarta,” ujar Farchad.

Uji Coba Jalur
Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan, uji coba jalur fase 2A ditargetkan pada Juni 2027. “Kami akan mencoba operasional dari Bundaran HI sampai Monas. Progres konstruksi paket CP201 lintasan Bundaran HI-Monas sudah menunjukkan perkembangan positif,” tuturnya.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menambahkan, progres sipil paket CP201 telah mencapai 92,88%. Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi penyelesaian trotoar Jalan MH Thamrin, instalasi sistem pendingin, pembangunan area pintu masuk Stasiun Monas, serta pemasangan rel dan sistem kelistrikan.

"Secara fisik bangunan stasiun sudah mulai terlihat. Fokus pekerjaan saat ini lebih banyak pada penyelesaian area permukaan dan instalasi sistem," kata Weni.

Fase 2A merupakan lanjutan koridor Lebak Bulus-Bundaran HI dan akan menghubungkan pusat Jakarta hingga Kota Tua secara bertahap. Kehadiran jalur ini diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal, sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi publik di ibu kota.