periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap motivasi di balik kegigihannya berkali-kali maju dalam kontestasi presiden. Ia menyebut Indonesia telah bergerak ke arah yang keliru sejak era 1990-an sebagai alasan utamanya.

Prabowo memaparkan, dirinya sudah mengikuti pemilihan presiden sebanyak lima kali dan mencatat kekalahan empat kali sebelum akhirnya terpilih di Pilpres 2024. Keinginannya meraih kursi kepala negara, ia tegaskan, bukan sekadar ambisi mengejar jabatan.

Advertisement

"Kenapa saya ingin jadi Presiden? Saya ingin jadi Presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah melihat," kata Prabowo dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (10/6).

Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini kerap mengemuka tentang apa yang mendorong Prabowo terus bersaing meski harus berulang kali menelan kekalahan.

Ia juga menegaskan jabatan presiden bukanlah sesuatu yang mudah atau nyaman. Menurutnya, menjadi kepala negara jauh dari pekerjaan yang bisa dinikmati begitu saja.

Prabowo menyampaikan pandangan itu untuk menegaskan bahwa niatnya mencalonkan diri bukan didorong oleh hasrat memperoleh kekuasaan semata. Ia ingin membawa perubahan atas kondisi yang dinilainya telah menyimpang sejak lebih dari tiga dekade lalu.

Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8 setelah memenangi Pilpres 2024. Kemenangan tersebut datang setelah serangkaian panjang keikutsertaannya dalam kontestasi politik nasional.

Munas XVIII HIPMI sendiri menjadi forum yang ia manfaatkan untuk berbagi pandangan tentang semangat kewirausahaan. Di hadapan para pengusaha muda, ia menyerukan pentingnya membangun generasi pebisnis yang militan dan berkomitmen terhadap kemajuan bangsa.

Rekam jejaknya yang panjang dalam persaingan pemilihan presiden kerap dipandang sebagai cerminan ketekunan politiknya. Empat kekalahan berturut-turut tidak membuatnya mundur dari gelanggang.

"Saya bukan mau jadi Presiden hanya untuk jadi Presiden, lo kira enak?" ujarnya.