Periskop.id – Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi menghadirkan inovasi layanan publik ramah lingkungan bernama Green Service. Dalam program ini, masyarakat dapat membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pembuatan atau perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), menggunakan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi.
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni menjelaskan program ini memadukan pola pemilahan sampah untuk dikonversi menjadi tabungan biaya administrasi. "Bayar pakai sampah. Bukan hanya SIM, jadi seluruh layanan publik di Polres Metro Bekasi yang ada PNBP-nya, seperti SKCK juga. Nanti bisa ditukar dari hasil penjualan sampah," kata Sumarni, Kamis (4/6), usai peluncuran yang juga dihadiri jajaran Forkopimda dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas.
Dalam program ini, masyarakat dibuatkan buku tabungan untuk mencatat nilai hasil penimbangan sampah. Botol plastik dihargai Rp3.000 per kilogram, sedangkan tutup botol Rp5.000 per kilogram. Sampah bisa dikumpulkan di tiap kepolisian sektor, Mapolres Metro Bekasi, maupun melalui 482 bank sampah yang telah terdata di Kabupaten Bekasi.
Produk Bernilai Ekonomis
Selain itu, Polres Metro Bekasi menggandeng Yayasan Wangda Cendikia untuk mengelola sampah organik di area Mapolres menjadi pupuk kompos maupun produk bernilai ekonomis lainnya. Menurut Sumarni, Green Service tidak hanya mempermudah layanan publik, tetapi juga mendidik masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan mendukung konservasi lingkungan.
"Sampah bisa jadi uang, sampah bisa mempermudah layanan publik," serunya.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas menyebut, inisiatif ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain. “Kabupaten Bekasi menghasilkan sampah seberat 2.250 ton per hari. Agar tidak menumpuk di TPA, masyarakat harus memilah sampah sejak awal. Program ini memberi nilai ekonomis sekaligus edukasi lingkungan,” kata dia.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Joko (41), Warga Puri Cikarang, membawa lima kilogram tutup botol plastik ke bank sampah Polres Metro Bekasi. “Ada info bayar SIM bisa pakai sampah, kebetulan saya ada sampah botol plastik. Lumayan, sampah saya dibeli Rp25.000, sisanya pakai uang pribadi,” ujarnya.
Dengan peluncuran Green Service, Polres Metro Bekasi berharap masyarakat terdorong lebih aktif dalam pengelolaan sampah, sekaligus mendorong layanan publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar