Periskop.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpeluang menurun setelah pemerintah menyelesaikan perbaikan manajemen di Badan Gizi Nasional (BGN). Penurunan itu juga dipengaruhi proses validasi data penerima program.

Menurutnya, hasil pembenahan tata kelola dan pemutakhiran data akan membuat kebutuhan anggaran dihitung lebih tepat. Ia mengatakan kondisi tersebut membuka peluang anggaran MBG lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.

"Ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data, ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Prasetyo menjelaskan kemungkinan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, evaluasi yang sedang berjalan akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan anggaran secara lebih akurat.

Ia menilai proses validasi penerima manfaat penting agar alokasi dana benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, besaran anggaran yang ditetapkan nantinya disebut dapat mencerminkan kondisi riil pelaksanaan program.

Sebelumnya, wacana penyesuaian anggaran MBG muncul seiring evaluasi pelaksanaan program dan upaya pemerintah menjaga efektivitas belanja negara. Pemerintah menyatakan keputusan akhir akan ditetapkan setelah pembahasan bersama Badan Gizi Nasional.

Dalam APBN, anggaran program MBG tercatat sebesar Rp268 triliun. Namun, Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah menyebut nilai tersebut berpotensi diefisienkan menjadi Rp229 triliun seiring perbaikan tata kelola program yang ditargetkan berlangsung selama satu bulan ke depan.

Pemerintah menegaskan pembahasan mengenai kebutuhan anggaran masih terus berlangsung. Hasil evaluasi manajemen dan validasi data penerima program akan menjadi acuan sebelum besaran anggaran MBG ditetapkan secara final.