Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,91% atau 56,24 poin ke level 6.231,78 pada perdagangan Senin (20/7/2026). Penguatan indeks ditopang oleh reli sejumlah saham, di antaranya BNBR, TLKM, dan BBRI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit dibuka pada level 6.197,47 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.249,90 sepanjang hari. Sebanyak 399 saham tercatat menguat, 210 saham melemah, dan 185 saham lainnya stagnan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10.860,65 triliun.

"Mengawali awal pekan ini, IHSG tampak solid menguat sebanyak 0,86% pada paruh pertama perdagangan hari ini, dan ditutup di level 6.229," tulis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Senin (20/7).

Penutupan sesi pertama tersebut menjadi sinyal awal tren positif yang berlanjut hingga penutupan perdagangan. Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat, laju penguatan pada sesi pagi ditopang reli sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 3,2%, disusul TLKM yang naik 3,0%. BBRI turut menguat 2,7%, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terangkat 2,4%.

Di jajaran big caps, kenaikan tertinggi justru dicatatkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 9% ke Rp2.120 per saham. TLKM sendiri akhirnya mencatat penguatan 1,88% ke Rp2.710 per saham pada penutupan.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut menguat 1,88% ke Rp815, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk.

 (AMMN) naik 1,78% menjadi Rp4.010. BBRI ditutup tumbuh 1,68% ke Rp3.020 per saham.

Kenaikan paling mencolok datang dari saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Saham ini memuncaki daftar top gainers dengan lonjakan 23,53% dan parkir di level Rp105 per saham.

Penguatan IHSG turut dipengaruhi pergerakan bursa saham Asia yang bervariasi pada perdagangan hari itu. Indeks saham di Hong Kong dan Shanghai berhasil menguat ke zona hijau.

Sementara itu, bursa Mumbai dan Tokyo justru berada dalam tekanan koreksi pada hari yang sama. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar Asia belum sepenuhnya seragam meski IHSG mencatat kinerja positif.