Periskop.id - Sektor pariwisata domestik di Indonesia terus menunjukkan pergerakan yang dinamis dan impresif sepanjang paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisatawan nusantara selama tempo Januari hingga Mei 2026 tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa.
Banyak provinsi di luar Pulau Jawa yang mulai unjuk gigi dan menjadi magnet baru bagi para pelancong domestik yang ingin mengeksplorasi keindahan alam serta kekayaan budaya tanah air.
Prestasi yang sangat luar biasa berhasil ditorehkan oleh Sumatera Utara. Provinsi ini sukses mengukuhkan posisinya di peringkat pertama secara nasional untuk kategori wilayah di luar Pulau Jawa dengan membukukan total 25,9 juta perjalanan wisatawan nusantara.
Angka ini mengungguli provinsi pariwisata populer lainnya seperti Sulawesi Selatan yang berada di posisi kedua dengan 19 juta perjalanan, serta Lampung di posisi ketiga dengan 11,3 juta perjalanan.
Menariknya, Bali yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata global harus puas menempati peringkat keempat dengan mencatatkan 11 juta perjalanan wisatawan domestik.
Posisi selanjutnya secara berurutan diisi oleh Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan Selatan, dan ditutup oleh Kalimantan Timur di peringkat kesepuluh.
Berikut adalah tabel rincian peringkat sepuluh besar provinsi di luar Pulau Jawa yang menjadi tujuan perjalanan wisatawan nusantara periode Januari hingga Mei 2026:
| Peringkat | Provinsi | Jumlah Perjalanan Wisatawan Nusantara (Januari-Mei 2026) |
|---|---|---|
| 1 | Sumatera Utara | 25.913.014 |
| 2 | Sulawesi Selatan | 19.020.658 |
| 3 | Lampung | 11.312.148 |
| 4 | Bali | 11.013.748 |
| 5 | Sumatera Selatan | 10.902.225 |
| 6 | Riau | 10.493.835 |
| 7 | Sumatera Barat | 10.065.580 |
| 8 | Aceh | 8.855.931 |
| 9 | Kalimantan Selatan | 7.973.176 |
| 10 | Kalimantan Timur | 6.538.624 |
Magnet Pemandangan Alam Magis
Tingginya angka kunjungan ke Sumatera Utara tentu melahirkan pertanyaan mengenai daya tarik utama yang ditawarkan oleh provinsi ini. Faktor pertama yang menjadi alasan klasik namun tetap relevan hingga saat ini adalah pesona lanskap alamnya yang dinilai magis.
Mayoritas wisatawan domestik sengaja datang ke wilayah ini untuk mencari ketenangan sekaligus melarikan diri sejenak dari rutinitas dan hiruk pikuk area perkotaan.
Daya tarik utama pariwisata Sumatera Utara bertumpu pada Danau Toba, yang memegang status sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Danau purba ini menyajikan pemandangan air yang membentang tenang dengan keberadaan sebuah pulau unik seukuran Singapura tepat di bagian tengahnya.
Lokasi danau yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut menghasilkan karakteristik udara yang sejuk. Perpaduan suhu dingin dan panorama barisan pegunungan yang megah menjadikannya tempat sempurna untuk bersantai, ditambah dengan jaminan kualitas kelas dunia karena statusnya yang telah diakui sebagai Toba Caldera UNESCO Global Geopark.
Tidak jauh dari kawasan danau, para pelancong juga dapat menikmati pesona dataran tinggi Berastagi. Kota sejuk ini memiliki keunikan tersendiri karena letaknya diapit oleh dua gunung berapi aktif sekaligus, yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung.
Bagi kalangan petualang dan pencinta alam, agenda mendaki Gunung Sibayak demi menyaksikan fenomena matahari terbit menjadi sebuah pengalaman yang wajib dicoba. Aktivitas pendakian fisik tersebut kemudian dapat ditutup dengan relaksasi menyegarkan di pemandian air panas alami yang terletak di area kaki gunung.
Daya Tarik Ekowisata
Seiring dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap kelestarian lingkungan global, sektor ekowisata kini tumbuh menjadi magnet yang sangat kuat bagi para pelancong modern. Sumatera Utara beruntung karena memiliki aset berharga untuk mendukung tren ini, yaitu kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser.
Titik pusat pergerakan wisata di kawasan konservasi ini berada di Bukit Lawang, sebuah pemukiman desa kecil yang berfungsi sebagai gerbang utama bagi para petualang untuk bertemu langsung dengan satwa endemik Orangutan Sumatera di habitat aslinya yang masih liar.
Para wisatawan dapat memilih paket kegiatan jungle trekking dengan durasi bervariasi, mulai dari rute pendek harian hingga ekspedisi mendalam selama lima hari penuh untuk menembus lebatnya hutan belantara.
Kegiatan ini tidak sekadar menawarkan rekreasi fisik, melainkan juga membuka kesempatan edukasi berharga untuk mempelajari keanekaragaman flora dan fauna secara langsung dibimbing oleh para pemandu lokal yang berpengalaman.
Warisan Budaya yang Otentik
Selain keunggulan di sektor alam dan lingkungan, faktor kekuatan budaya yang masih dirawat secara hidup dan otentik menjadi elemen krusial yang melengkapi pariwisata Sumatera Utara.
Karakteristik wisatawan modern saat ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi, di mana mereka tidak lagi hanya sekadar ingin menonton pertunjukan visual, melainkan juga mendambakan pengalaman berinteraksi dan merasakan langsung adat istiadat setempat.
Di kawasan sekitar Danau Toba, para pengunjung dapat menyaksikan langsung kemegahan arsitektur Rumah Bolon yang khas, keindahan kain tenun ulos yang sarat akan makna filosofis mendalam, hingga pertunjukan kesenian tradisional tari boneka Sigale-gale yang ikonik.
Petualangan budaya di provinsi ini juga diperkaya oleh eksotisme yang berada di pulau terpisah, yakni Pulau Nias. Wilayah kepulauan ini menyimpan sejarah dan warisan kebudayaan yang sangat khas dan berbeda.
Beberapa daya tarik yang membuat Nias menjadi destinasi yang wajib dikunjungi oleh para pencari keunikan budaya meliputi tradisi legendaris lompat batu yang disebut Hombo Batu, arsitektur rumah adat di desa tradisional Bawömataluo yang dirancang khusus sehingga tahan terhadap guncangan gempa bumi, serta pementasan tarian perang atau Fate'ele yang disajikan secara dramatis.
Tinggalkan Komentar
Komentar