Periskop.id - Minat investor Indonesia terhadap saham AI global, khususnya saham teknologi Amerika Serikat, terus meningkat di tengah tren diversifikasi portofolio. Saham-saham seperti NVIDIA, Apple, Microsoft, Tesla, Amazon, Alphabet, dan Meta kini semakin banyak dilirik seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Tren investasi saham luar negeri ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, dinamika suku bunga, serta potensi pertumbuhan tinggi sektor AI. Namun, investor Indonesia perlu memahami bahwa karakter investasi saham AS, terutama saham AI, berbeda signifikan dengan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu perbedaan utama terletak pada dividen saham. Jika saham Indonesia umumnya memberikan dividen 3%-7% per tahun, mayoritas saham AI di Amerika Serikat hanya menawarkan dividen di bawah 1%, bahkan banyak yang tidak membagikan dividen sama sekali. Hal ini karena perusahaan teknologi global cenderung fokus pada reinvestasi untuk ekspansi bisnis dan inovasi AI.

Kondisi tersebut membuat imbal hasil dividen saham AI global bisa lebih dari 10 kali lebih rendah dibandingkan saham Indonesia, sehingga strategi investasi yang digunakan juga berbeda.

Menjawab kebutuhan tersebut, platform kripto Bittime menghadirkan fitur Earn pada Tokenized US Stocks. Produk ini memungkinkan investor Indonesia membeli saham Amerika dalam bentuk token (tokenized stocks), sekaligus mendapatkan potensi imbal hasil tambahan.

Melalui fitur Earn, pengguna bisa memperoleh reward hingga 7% APR dengan distribusi harian. Skema ini menjadi alternatif bagi investor yang terbiasa dengan pendapatan pasif, karena berbeda dengan dividen saham luar negeri yang umumnya dibagikan secara kuartalan atau tahunan.

Selain itu, tokenisasi saham ini menawarkan fleksibilitas lebih tinggi, seperti perdagangan 24 jam (24/7), tanpa periode lock-up, serta modal awal yang lebih terjangkau dibandingkan pembelian saham AS secara langsung.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tren investasi saham global menunjukkan perubahan perilaku investor Indonesia yang semakin terbuka terhadap aset luar negeri.

"Kami melihat semakin banyak investor Indonesia yang ingin memiliki eksposur terhadap saham-saham perusahaan AI global, khususnya yang tercatat di bursa Amerika Serikat. Namun, terdapat perbedaan karakteristik antara pasar Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dari sisi pembagian dividen tahunan. Karena itu, kami menghadirkan Earn pada Tokenized US Stocks agar pengalaman berinvestasi di aset global menjadi lebih relevan dengan kebutuhan investor Indonesia," ujar Ryan dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).

Ia menambahkan, tokenisasi menjadi solusi untuk membuka akses investasi global yang lebih mudah, transparan, dan efisien.

"Tujuan kami bukan hanya membuka akses terhadap perusahaan-perusahaan AI global, tetapi juga menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan bagi investor Indonesia. Kami percaya tokenisasi akan menjadi salah satu inovasi penting yang memperluas akses masyarakat terhadap aset global melalui platform yang aman, transparan, dan telah berizin," jelasnya.

Sebagai bagian dari promosi, Bittime juga menawarkan program khusus sepanjang 1-31 Juli 2026. Investor baru yang melakukan transaksi Tokenized US Stocks minimal Rp500.000 berkesempatan mendapatkan Tokenized NVIDIA (NVDAX).

Dengan meningkatnya minat terhadap investasi saham luar negeri dan saham AI global, kehadiran tokenized stocks dan fitur Earn dinilai dapat menjadi alternatif bagi investor Indonesia yang ingin mendapatkan eksposur global sekaligus potensi passive income.