Periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tercatat meraup pendapatan lebih besar dari bisnis kripto dibandingkan real estate dan resor pada 2025. Hal ini terungkap dalam laporan keuangan tahunan terbarunya.
Laporan yang dirilis oleh US Office of Government Ethics itu menunjukkan bahwa Trump memperoleh lebih dari 1,4 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp25 triliun (asumsi kurs Rp17.941 per dolar AS), dari berbagai usaha terkait kripto sepanjang tahun lalu.
Dokumen itu juga menyoroti bahwa Trump meraih keuntungan besar dari industri yang pada saat bersamaan juga ia atur melalui kebijakan pemerintah. Kondisi ini menuai kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Sepanjang 2025, pemerintahannya mendorong kebijakan yang pro-kripto, menciptakan regulasi yang lebih ramah, serta menerbitkan perintah eksekutif yang mendukung aset digital. Di saat yang sama, bisnis kripto milik keluarganya turut meraup pendapatan besar seiring lonjakan pasar kripto ke level tertinggi sepanjang masa.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa Trump telah “dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia.”
"Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibat, dan tidak akan pernah terlibat dalam konflik kepentingan," ujarnya, dilansir dari Cointelegraph, Rabu (1/7).
Memecoin dan WLFI jadi penyumbang terbesar
Berdasarkan laporan setebal 927 halaman itu, sumber pendapatan terbesar Trump berasal dari lisensi dan penjualan memecoin seperti Trump Coin (TRUMP), dengan nilai sekitar 635 juta dolar AS yang berasal dari royalti dalam “perjanjian lisensi dengan Celebration Coins.
Sementara itu, platform DeFi milik keluarga Trump, World Liberty Financial, menjadi penyumbang terbesar kedua dengan pendapatan sekitar 588 juta dolar AS dari hasil penjualan token.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Trump memperoleh 197 juta dolar AS dari penjualan saham pada sebuah proyek stablecoin.
Jika digabungkan, pendapatan dari kripto tersebut jauh melampaui sektor bisnis lainnya, termasuk real estate dan resor. Trump tercatat hanya memperoleh sekitar 290 juta dolar AS dari pendapatan yang berasal dari Mar-a-Lago Club di Palm Beach, Florida, serta sejumlah lapangan golf dan resor miliknya.
Kritik dan desakan investigasi
Trump Organization menyatakan bahwa luasnya isi dan detail laporan tersebut mencerminkan komitmen mereka terhadap keterbukaan. Mereka juga menyebut bahwa laporan yang hampir mencapai 1.000 halaman itu merupakan salah satu pengungkapan keuangan paling lengkap yang pernah dibuat, serta menunjukkan tingkat transparansi yang belum pernah ada dalam sejarah kepresidenan.
Namun, kelompok advokasi konsumen Public Citizen menyebut hal ini sebagai praktik meraup keuntungan kripto yang tidak pantas.
“Keuntungan pribadi Trump kini membuatnya sejalan dengan industri kripto, membuka jalan bagi regulasi berbahaya yang dapat memicu penipuan massal dan bahkan mengancam stabilitas sistem keuangan,” kata Co-President Public Citizen, Robert Weissman, seraya mendesak Kongres untuk segera mengambil tindakan.
Tinggalkan Komentar
Komentar