periskop.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Rupiah naik 29 poin ke level Rp16.800 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp16.829.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya menguat pada sesi sore.
“Rupiah ditutup menguat 29 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 5 poin di level Rp16.800 dari penutupan sebelumnya Rp16.829,” ujar Ibrahim dalam risetnya, Rabu (25/2).
Dari eksternal, indeks dolar AS melemah di tengah kebijakan tarif impor global Amerika Serikat sebesar 10% yang mulai berlaku Selasa, dengan rencana kenaikan menjadi 15%. Kebijakan ini memicu ketidakpastian perdagangan dan inflasi global.
Langkah tersebut menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan bea masuk besar-besaran sebelumnya, sehingga pemerintah AS memperkenalkan kembali tarif melalui otoritas hukum alternatif.
Di sisi lain, sejumlah pejabat bank sentral AS, termasuk Presiden The Fed Boston Susan Collins, Presiden The Fed Chicago Austin Goolsbee, dan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic, menegaskan suku bunga kemungkinan tetap tinggi karena inflasi masih di atas target 2%.
Dari dalam negeri, Moody’s Ratings memberikan peringkat Baa2 terhadap obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi yuan offshore China dan euro senilai US$10 miliar. Moody’s memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di kisaran 5% dengan defisit fiskal di bawah 3% PDB.
Namun, Moody’s juga mencatat meningkatnya ketidakpastian dalam perumusan kebijakan serta risiko pelebaran defisit fiskal dalam jangka menengah yang dapat memicu volatilitas di pasar keuangan domestik.
Tinggalkan Komentar
Komentar