periskop.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, tertekan penguatan indeks dolar AS serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditutup melemah 34 poin ke Rp16.793 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.759.
“Rupiah ditutup melemah 34 poin ke Rp16.793 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.759,” kata pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi. Tekanan eksternal dan faktor kebijakan global masih membayangi pergerakan rupiah,” ulas Ibrahim, Jumat (27/2).
Secara eksternal, indeks dolar AS menguat pada perdagangan hari ini. Ketegangan geopolitik terkait Iran menjadi pendorong utama, karena Washington menempatkan lebih banyak kapal di Timur Tengah dan mengancam tindakan militer jika Teheran menolak kesepakatan nuklir. Pembicaraan AS-Iran mengenai ambisi nuklir Teheran berakhir Kamis tanpa kesepakatan jelas, namun negosiasi dijadwalkan kembali minggu depan di Wina, kata mediator Oman.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi AS meningkat setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif perdagangan Presiden Donald Trump, yang kemudian diganti dengan tarif baru. Pasar juga menilai kembali jalur kebijakan moneter The Fed, dengan probabilitas penurunan suku bunga berikutnya kini diperkirakan terjadi pada Juli 2026 sebesar 66% menurut CME FedWatch Tool.
Sentimen domestik turut menekan rupiah. Departemen Perdagangan AS resmi mengumumkan pengenaan bea masuk imbalan atas sel dan panel surya yang diimpor dari India, Indonesia, dan Laos, dengan tarif subsidi umum masing-masing 125,87%, 104,38%, dan 80,67%.
“Langkah ini dipandang mendukung pabrik tenaga surya domestik AS dan berpotensi memengaruhi ekspor Indonesia, yang tahun lalu tercatat senilai US$4,5 miliar (Rp75,73 triliun),” ujar Ibrahim.
Untuk perdagangan Senin mendatang, rupiah diperkirakan fluktuatif dan bergerak di kisaran Rp16.790-Rp16.820 per dolar AS. Sementara untuk pergerakan satu minggu ke depan, mata uang domestik diproyeksikan berada di rentang Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS.
Tinggalkan Komentar
Komentar