Iklan
Keuangan

Purbaya Yakin Rupiah Bakal Menguat di Semester II Tahun 2026

Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat bertahap pada semester II 2026 meski masih tertekan sentimen global dan faktor domestik.

Purbaya Yakin Rupiah Bakal Menguat di Semester II Tahun 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui, Jakarta, Rabu (10/9). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa nilai tukar Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026. Meskipun ia mengaku perkembangan mata uang tersebut hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan.

Menurut Purbaya tekanan tersebut salah satunya dikarenakan dipengaruhi oleh sentiment global, kondisi risk of di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi perjalanan dan transaksi finansial domestik.

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester 2 tahun 2026,"  kata Purbaya dalam rapat kerja bersama komisi XI, Jakarta, Rabu (10/6).

Namun demikian, kata dia, pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Tak hanya itu, pendalaman pasar keuangan, akan memperkuat pasokan valas dalam negeri ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama otoritas terkait akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat koordinasi kebijakan, dan meningkatkan kepercayaan pasar, agar arus modal kembali ke level harga sesuai nilai fundamentalnya. 

"Dengan demikian, pasar modal kita dapat kembali menjadi penopang pembiayaan ekonomi nasional dan instrumen investasi yang profitable. Kami menyadari hingga saat ini perekonomian global masih bergerak sangat dinamis," paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, kebijakan fiskal senantiasa dijaga tetap responsif dan antisipatif untuk mitigasi ketidakpastian.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai dolar AS, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Rupiah dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.