Periskop.id - Pengelolaan sampah di area perkotaan kini bukan lagi sekadar urusan membuang sisa barang yang tak terpakai ke tempat pembuangan akhir. 

Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, konsep ekonomi sirkular hadir sebagai solusi inovatif yang tak hanya menjaga kebersihan kota, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Salah satu langkah nyata yang dapat ditemui warga ibu kota adalah keberadaan Waste Station di kawasan Balai Kota Jakarta.

Fasilitas pengelolaan sampah digital ini dikelola langsung oleh Rekosistem, sebuah perusahaan berbasis teknologi lingkungan (clean-techand climate-tech). 

Melalui sistem operasional pengelolaan sampah yang terintegrasi, Rekosistem memproses berbagai jenis limbah anorganik dan limbah rumah tangga menjadi material daur ulang serta sumber daya terbarukan. 

Melalui skema ini, rantai pasok daur ulang dapat berjalan lebih efisien sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Cara Kerja Penukaran Sampah dan Sistem Rewards

Mekanisme partisipasi di Waste Station terbilang sangat mudah dan ramah bagi warga urban. Setiap kali menyetorkan sampah yang sudah dipilah, warga akan mendapatkan ganjaran berupa poin digital yang dinamakan Rekopoin.

Poin yang berhasil dikumpulkan dari setiap transaksi penyerahan sampah tak akan mengendap begitu saja. Pengguna dapat menukarkan akumulasi Rekopoin tersebut menjadi berbagai bentuk imbalan menarik, mulai dari voucher belanja hingga saldo uang elektronik (e-wallet).

Sistem imbalan ini menjadi insentif finansial yang efektif untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

Rincian Harga dan Jenis Sampah yang Diterima

Setiap kategori sampah yang disetorkan memiliki nilai konversi Rekopoin yang berbeda, tergantung pada jenis bahan dan tingkat kesulitan proses daur ulangnya. Penilaian poin ini dihitung berdasarkan bobot berat per kilogram.

Berikut adalah rincian harga konversi poin berdasarkan jenis sampah yang ditampung di Waste Station Balai Kota Jakarta:

  • Minyak jelantah bernilai 6.000 Rekopoin per kilogram
  • Elektronik bernilai 1.500 Rekopoin per kilogram
  • Plastik bernilai 1.200 Rekopoin per kilogram
  • Logam bernilai 900 Rekopoin per kilogram
  • Kardus bernilai 800 Rekopoin per kilogram
  • Kertas bernilai 150 Rekopoin per kilogram
  • Beling bernilai 100 Rekopoin per kilogram