Periskop.id - Hotman Paris Hutapea membantah keras rumor yang menyebut 30 gerai Holywings menunggak Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pengacara senior itu juga menepis tuduhan keterkaitan bisnis Holywings dengan aliran dana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Menurutnya, seluruh kabar yang beredar luas di media sosial tersebut murni fitnah. Hotman enggan berspekulasi lebih jauh soal motif di balik munculnya isu itu dan meminta hal tersebut tak lagi diperbincangkan, terlebih di tengah kondisi kesehatannya yang sedang menurun.

"Udah deh jangan ngomong itu deh, ini kan gue lagi sakit. Elu baca di postingan gue lah. Postingan gue kan gue tantang orang-orang kantor pajak, malah yang terkejut, itu fitnah banget itu," kata Hotman, di Jakarta Selatan, Kamis (23/7).

Tudingan soal adanya kerja sama pendanaan usaha dengan Febrie, menurut Hotman, sangat tidak masuk akal. Ia membantah memiliki hubungan bisnis masa lalu dengan Febrie dan memperjelas interaksi keduanya baru terjadi saat penanganan perkara hukum.

"Sumpah demi Tuhan gue baru kenal, baru pertama kali ketemu Pak Febri adalah pada saat penandatanganan surat kuasa. Jadi semua postingan gua ada. Semua itu fitnah," tegas Hotman.

Hotman bahkan menantang pihak-pihak yang meragukan rekam jejak kepatuhan pajaknya untuk konfirmasi langsung ke otoritas perpajakan resmi. Ia mempersilakan publik mengecek langsung kebenaran status pajaknya ke kantor terkait.

"Mana pajak mana. Tanya kantor pajak Tanjung Priok," tegas Hotman.

Isu ini bermula dari kehebohan di media sosial yang menuding puluhan gerai Holywings di seluruh Indonesia dibangun menggunakan dana hasil TPPU. Kabar tersebut turut mengaitkan aliran dana pendirian tempat usaha hiburan itu dengan dugaan kerja sama antara Hotman dan Febrie, yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi serta TPPU.

Hotman telah secara tegas membantah seluruh keterlibatan finansial maupun operasional dirinya terkait rumor tersebut. Ia menegaskan seluruh klarifikasinya atas isu ini sudah ia sampaikan lewat unggahan pribadinya di media sosial.

"Sumpah demi Tuhan gue baru kenal, baru pertama kali ketemu Pak Febri adalah pada saat penandatanganan surat kuasa. Jadi semua postingan gua ada. Semua itu fitnah," tegasnya.