periskop.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana membangun sebuah kampung khusus bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat. Rencana ini muncul saat kunjungan Gubernur ke sejumlah lokasi terdampak pada Kamis (4/12), termasuk di Gunung Nago, Kecamatan Kuranji, untuk meninjau kondisi warga dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi niat Gubernur Jabar tersebut. Menurutnya, langkah ini akan sangat membantu Pemkot Padang dalam menyediakan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
"Alhamdulillah, Pak KDM menyampaikan keinginannya untuk membangun satu kampung di sini (Padang)," ujar Maigus di Padang, Jumat (5/12) dikutip dari Antara.
Pemkot Padang sendiri tengah menyiapkan rumah khusus (rusus) bagi korban bencana di Kecamatan Koto Tangah. Maigus menjelaskan bahwa Gubernur Dedi Mulyadi meminta Pemkot mencarikan lahan yang memadai agar warga terdampak dapat ditampung secara layak.
"Saat mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga, KDM meminta Pemkot Padang untuk mencarikan lahan agar dapat menampung warga yang terkena musibah," tambahnya.
Kepala UPTD Rusunawa, Angga Liberdo, menyebut pembersihan rumah khusus sudah dilakukan sejak Selasa (2/12). Hal ini dilakukan agar hunian siap ditempati dan memberikan kenyamanan bagi penghuni.
Saat ini terdapat 80 unit rumah khusus, masing-masing dengan dua kamar tidur, lengkap dengan fasilitas seperti kursi tamu, meja makan, dan tempat tidur. Setiap unit dapat dihuni satu keluarga maksimal enam orang. Angga menargetkan, dalam sepekan ke depan, seluruh hunian dapat digunakan oleh warga.
Rencana pembangunan kampung khusus tersebut berada di luar program hunian yang saat ini disiapkan Pemkot Padang. Hingga kini, Pemkot masih melakukan pendataan warga terdampak serta inventarisasi kebutuhan hunian sesuai ketersediaan sarana yang sudah ada.
Selain itu, penyediaan lahan untuk permukiman baru masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah daerah. Proses peninjauan lokasi dan pencocokan kebutuhan teknis masih berlangsung, sambil menunggu kelanjutan komunikasi antara Pemkot Padang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana pembangunan tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar