periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akses jalur darat Lintas Timur yang menjadi nadi utama penghubung Banda Aceh dan Medan kini telah berfungsi penuh setelah perbaikan jembatan vital di wilayah tersebut rampung dikerjakan.

“Artinya satu titik jembatan utama yang selama ini memang dioptimalkan, dikebut proses perbaikannya, per hari ini pukul 14 siang tadi itu sudah terhubung. Artinya ini jalur Lintas Timur secara otomatis itu sudah fungsional,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring, Sabtu (27/12).

Abdul menjelaskan, Jembatan Kutablang menjadi kunci terakhir dalam pemulihan akses di koridor timur. Sebelumnya, terdapat sekitar 13 titik ruas jalan di jalur ini yang sempat terputus akibat bencana, namun kini seluruhnya sudah bisa ditembus kendaraan.

Kondisi serupa juga terjadi di jalur Lintas Barat Aceh. Jalur pesisir ini dilaporkan sudah fungsional lebih dulu, sehingga dua koridor utama transportasi darat di Aceh kini bisa dilalui kendaraan roda empat maupun truk logistik.

Pekerjaan rumah pemerintah kini tersisa di koridor Lintas Tengah. Jalur penghubung yang meliputi rute Bireuen, Takengon, Gayo Lues, hingga Kutacane ini masih menyisakan beberapa titik perbaikan yang cukup menantang.

Abdul merinci, di jalur tengah ini masih terdapat satu titik akses jalan yang sedang dikerjakan. Selain itu, dari lima jembatan yang rusak, beberapa di antaranya masih dalam proses pengerjaan meski sudah bisa dilalui via jalur alternatif.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh perbaikan di Lintas Tengah dapat tuntas sebelum pergantian tahun. Satgas jembatan terus bekerja siang malam untuk mengejar tenggat waktu akhir Desember tersebut.

“Sehingga kalau Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah hingga Lintas Penghubung ini sudah selesai dikerjakan, secara otomatis tentu saja arus orang, barang, logistik, dan perangkat-perangkat lain tentu akan bisa dipercepat,” ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi data Kementerian PU, progres pembersihan material longsoran tebing telah mencapai 96 persen. Sementara perbaikan badan jalan yang putus sudah menyentuh angka 80 persen.

Pulihnya akses darat ini berdampak langsung pada kecepatan distribusi bantuan. Truk-truk pengangkut logistik dan peralatan berat untuk perbaikan listrik serta telekomunikasi kini bisa menjangkau wilayah terdampak lebih cepat tanpa harus memutar jauh.

Pemerintah optimistis target fungsional total di seluruh jalur utama Aceh dan Sumatera Utara dapat tercapai dalam hitungan hari. Hal ini menjadi modal penting untuk mempercepat fase transisi darurat ke pemulihan pascabencana.