periskop.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan proses seleksi masuk sekolah unggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) berjalan murni berdasarkan meritokrasi dan menutup rapat celah praktik nepotisme atau jalur "titipan" pejabat tinggi.
"Sekolah ini seleksinya sangat-sangat transparan. Bahkan mohon izin, Bapak Kapolri pun tidak bisa memberikan rekomendasi untuk bisa masuk," tegas Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol. Anwar dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Jakarta, Selasa (30/12).
Pernyataan keras jenderal bintang dua ini menjadi jaminan integritas bagi lembaga pendidikan baru tersebut. Polri tidak ingin sekolah yang disiapkan mencetak pemimpin masa depan ini tercemar oleh budaya privilese atau koneksi "orang dalam" sejak tahap rekrutmen.
Anwar menjelaskan sistem seleksi dirancang berlapis dan objektif. Tujuannya murni menyaring bibit-bibit unggul yang memiliki kapasitas intelektual dan mental baja, bukan mereka yang mengandalkan nama besar orang tua.
Ketatnya persaingan terlihat dari animo pendaftar yang membludak. Tercatat lebih dari 17.000 pelajar beradu nasib memperebutkan kuota terbatas sebanyak 180 kursi untuk angkatan tahun 2026.
Kualitas pelamar yang masuk pun luar biasa tinggi. Data panitia seleksi menunjukkan rata-rata pendaftar memiliki IQ 130, dengan nilai akademik Matematika dan Bahasa Inggris mendekati angka sempurna di kisaran 88.
"Insya Allah kalau saya sekarang ikut (tes), saya tidak akan masuk di sini barangkali," ujar Anwar memberikan ilustrasi betapa kompetitifnya standar yang ditetapkan.
Guna memastikan objektivitas, Polri melibatkan teknologi dan metode assessment center dalam proses seleksi. Metode ini digunakan untuk membedah profil psikologis, kemampuan kerja sama tim, hingga potensi kepemimpinan calon siswa secara akurat.
Anwar menambahkan, penggunaan asesmen ini krusial untuk mendeteksi karakter asli siswa. Sekolah tidak hanya mencari anak pintar secara akademik, tetapi juga mereka yang tidak egois dan mampu berkolaborasi, mengingat kecenderungan anak ber-IQ tinggi terkadang sulit bekerja dalam kelompok.
Beasiswa penuh yang diberikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menjadi bukti komitmen kesetaraan. Siapa pun anak bangsa yang lolos seleksi, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan kelas dunia secara gratis.
Dengan sistem tanpa celah ini, SMA KTB diproyeksikan menjadi kawah candradimuka yang bersih. Lulusannya kelak diharapkan mampu menembus 10 universitas terbaik dunia murni karena kompetensi mereka sendiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar