periskop.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengklaim keberhasilan program penanaman jagung di lahan seluas lebih dari satu juta hektare yang berdampak signifikan pada peningkatan stok nasional sehingga pemerintah memutuskan tidak perlu melakukan impor komoditas tersebut tahun ini.

"Terdapat tambahan produksi jagung sebesar 1.362.000 ton. Apabila dihitung, maka jumlahnya lebih dari 9%. Sehingga pemerintah memutuskan tidak impor jagung," ungkap Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol. Anwar dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Jakarta, Selasa (30/12).

Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan Korps Bhayangkara terhadap visi "Asta Cita" Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat mengenai swasembada pangan. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi turun langsung ke ladang untuk memastikan perut rakyat kenyang.

Anwar memaparkan data konkret capaian tersebut. Dari target awal satu juta hektare, Polri berhasil memetakan dan menggarap potensi lahan seluas 1.378.608 hektare yang tersebar di berbagai wilayah hukum kepolisian daerah (Polda).

Peningkatan produksi terlihat signifikan pada kuartal kedua 2025 yang mencapai puncaknya di angka 1,89 juta ton. Meski sempat mengalami penurunan di kuartal akhir akibat faktor cuaca dan bencana alam, total akumulasi produksi tetap surplus dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun 2025 (total produksi) 16.500.000 ton lebih. Ada tambahan produksi dibanding 2024," jelas jenderal bintang dua tersebut.

Guna memastikan keberlanjutan program ini, Polri tidak sekadar mengandalkan instruksi komando, melainkan merekrut tenaga profesional. Tahun ini, Polri membuka jalur penerimaan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang Pertanian, Perikanan, dan Peternakan.

Para polisi berkualifikasi khusus ini menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka bertugas mendampingi masyarakat, mengelola lahan produktif, hingga memastikan target panen raya tercapai sesuai jadwal.

Anwar juga menyinggung rencana ambisius untuk tahun depan. Setelah sukses mencukupi kebutuhan dalam negeri, Polri membidik pasar internasional dengan menargetkan ekspor jagung pada 2026.

"Kita efektifkan tahun depan setelah pemerintah mencanangkan bisa ekspor, akan kita laksanakan ekspor," ujarnya optimis.

Tantangan ke depan adalah modernisasi alat pertanian yang masih terbatas. Polri terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk pengadaan mesin modern agar produktivitas lahan jagung binaan Polri bisa makin melesat.