periskop.id - Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra, salah satunya melalui penyaluran santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta bantuan bagi korban luka berat. Hingga saat ini, sebanyak 990 ahli waris korban meninggal di tiga provinsi telah menerima santunan dengan total anggaran mencapai Rp14,85 miliar.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pemberian santunan merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
“Hampir seribu ahli waris sudah menerima santunan di seluruh provinsi sesuai data yang diajukan oleh bupati dan wali kota,” ujar Gus Ipul dalam keterangan pers usai agenda pemaparan progres percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, dikutip Kamis (12/2).
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah menetapkan besaran santunan sebesar Rp15 juta bagi korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi korban yang mengalami luka berat. Selain santunan duka, Kementerian Sosial juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pendukung lainnya.
Bantuan tersebut meliputi bantuan isi hunian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga, bantuan pemulihan ekonomi untuk pemberdayaan masyarakat senilai Rp5 juta per keluarga, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
Menurut Gus Ipul, seluruh bantuan disalurkan melalui mekanisme lintas kementerian dan lembaga dengan pengawasan ketat. Proses dimulai dari pendataan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penetapan oleh pemerintah daerah, hingga persetujuan di Kementerian Dalam Negeri sebelum akhirnya disalurkan oleh Kementerian Sosial.
“Data awal berasal dari BNPB, kemudian ditetapkan oleh bupati atau wali kota, dibawa ke Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan persetujuan Menteri Dalam Negeri. Setelah itu baru kami proses penyalurannya berdasarkan SK kepala daerah yang sudah memuat nama dan alamat penerima,” jelasnya.
Setelah bantuan disalurkan, Kemensos juga melakukan pendampingan serta pemantauan agar pemanfaatan bantuan benar-benar tepat sasaran dan mendukung pemulihan kehidupan para korban.
Dalam waktu dekat, Kemensos dijadwalkan menyalurkan bantuan jaminan hidup di empat kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah di Provinsi Aceh, serta Kota Padangsidimpuan dan Kota Padang Panjang di Provinsi Sumatera Utara. Bantuan tersebut akan diberikan kepada 19.129 jiwa dengan total anggaran sebesar Rp25,82 miliar.
“Kami sudah menyiapkan seluruh skema penyalurannya. Insya Allah dalam minggu ini bantuan jaminan hidup akan mulai disalurkan di empat daerah tersebut,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan, Kementerian Sosial akan terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sumatra, sekaligus memastikan validitas data penerima bantuan.
“Percepatan tetap kami lakukan, tetapi dengan kehati-hatian agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” pungkas Gus Ipul.
Tinggalkan Komentar
Komentar