periskop.id - Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI, Uli Artha Siagian, menanggapi arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto setelah bergabung dengan Board of Peace (BoP). Ia menilai langkah-langkah politik yang diambil menunjukkan bahwa Prabowo lebih mengutamakan kepentingan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dibandingkan kepentingan nasional Indonesia.

Uli menegaskan, indikasi tersebut terlihat dari kebijakan yang justru berpotensi merugikan posisi Indonesia di mata dunia, terutama dalam upaya mengatasi krisis iklim.

“Jadi kalau dari aku sih menangkap dari semua cerita kita tadi bahwa sebenarnya Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, ini bukan bekerja untuk Indonesia. Dia bekerja untuk Trump, dia bekerja untuk AS. Maka sebenarnya pertanyaan siapa sebenarnya antek-antek asing itu penting untuk kita tanyakan ke mereka,” kata Uli di Jakarta, Rabu (25/2).

Kritik ini juga menyasar pada pemenuhan mandat konstitusional yang seharusnya menjadi prioritas kepala negara. WALHI menilai, jika seorang presiden benar-benar bekerja untuk rakyatnya, maka seluruh tindakannya harus bersandar pada aturan dasar negara.

“Karena kalau misalnya Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, itu bekerja untuk Indonesia, maka dia seharusnya memenuhi mandat konstitusional seperti yang teman-teman sebutkan tadi,” tegas Uli.

Lebih lanjut, Uli mempertanyakan relevansi narasi nasionalisme yang sering digaungkan Prabowo, jika pada praktiknya perjanjian yang dianggap merugikan kedaulatan tetap dijalankan.

“Nah, ketika kemudian Presiden Indonesia itu tidak bekerja untuk Indonesia, saya bertanya lagi masihkah layak membicarakan soal nasionalisme ketika perjanjian ini tetap dijalankan,” ungkapnya.

Uli menilai, dalam beberapa forum, Prabowo kerap membahas tentang nasionalisme. Namun, dalam praktiknya, kedaulatan Indonesia sudah tidak lagi dipertahankan oleh pemimpin bangsa.

“Jangan kemudian di forum-forum membicarakan soal nasionalisme, tapi dalam praktiknya kita sudah tidak lagi mempertahankan kedaulatan negara dan rakyat Indonesia,” ujar Uli.