Periskop.id - Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono mengungkapkan kronologi kecelakaan lalu lintas beruntun di Tol Cipularang KM 93 B. ia menyebut, penyebabnya, ada pada masalah pada pengereman kendaraan kontainer. 

"Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman," kata Joko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3) malam. 

Menurut dia, kecelakaan yang terjadi pada Kamis malam pukul 20.15 WIB tadi itu akibat masalah rem pada kendaraan kontainer.  Joko mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan kontainer itu melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. 

Setibanya di tempat kejadian perkara, kata Joko, pengemudi mendapati jalan yang padat akibat kendaraan dump truck yang mengalami gangguan. Namun, lantaran mengalami masalah pengereman atau rem blong, pengemudi berinisial MY tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Truk kontainer itu kemudian menghantam mobil pikap bernopol B 9718 VAF yang berada di depannya, memicu tabrakan berantai yang melibatkan delapan kendaraan lain.

Sepuluh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun itu, di antaranya truk kontainer dengan nopol B 9367 UEL, mobil Pikap bernopol B 9718 VAF, mobil truk nopol BL 8752 NP, Toyota Rush nopol F 1308 AZ, Daihatsu Sigra nopol T 1394 BJ, dan mobil tronton boks nopol D 9481 AF.

Selain itu, Toyota Hiace dengan nopol E 7666 AA, Toyota Raize nopol T 1518 HO, serta Mazda Biante dan Toyota Agya. Dua orang yang merupakan sopir dan kondektur mobil pikap dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kejadian itu.

"Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan sempat menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi," kata Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Pasteur Bandung Agni Mayvinna dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. 

Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan empat orang lainnya mengalami luka berat. "Seluruh korban yang telah dievakuasi, dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut," kata Agni. 

Para petugas sedang berupaya mengevakuasi kendaraan dan melakukan pengaturan lalu lintas sehingga pada pukul 20.59 WIB, satu lajur telah dapat dilintasi.  Kemudian pada pukul 21.43 WIB, dua lajur telah dapat dilintasi kembali oleh pengguna jalan. 

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, dan mengatur kecepatan saat berkendara di jalan tol," kata Agni.