Periskop.id - Sopir truk Andre mengaku tengah asyik melihat aplikasi peta saat kendaraannya menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Truk bermuatan alat berat yang dikendarainya itu memiliki dimensi lebih tinggi dari muatan yang biasa ia angkut.

Andre menuturkan, ia baru pertama kali melintasi ruas jalan tersebut sehingga belum mengetahui kondisi jalannya. Ia mengaku sedang fokus mengecek jarak tempuh lewat aplikasi peta karena tersisa dua kilometer menuju lokasi tujuan.

"Kita tinggal dua kilometer lagi sampai. Kita fokus lihat maps," kata Andre di lokasi kejadian, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).

Truk yang dikemudikan Andre berangkat dari kawasan Summarecon Bogor sekitar pukul 00.00 WIB. Alat berat yang diangkutnya hendak dikirim ke proyek pembangunan di kawasan Kejaksaan Agung.

"Baru ini lewat sini. Belum tahu," ujar Andre soal keputusannya melintasi jalur tersebut untuk pertama kali.

Meski mengaku terbiasa mengemudikan truk alat berat, Andre menyebut muatan kali ini berbeda dari biasanya. Ia menerangkan, dimensi alat berat yang dibawanya kali ini lebih tinggi dibanding muatan yang lazim ia angkut.

"Biasa ngangkut seperti ini. Cuma yang ini beda, agak tinggian," dalih Andre.

Andre turut menyoroti minimnya penanda ketinggian di ruas jalan tersebut. Menurutnya, tidak ada palang pembatas yang biasa menjadi acuan bagi kendaraan bermuatan tinggi sebelum melintasi JPO.

"Di depan enggak ada palangnya. Biasanya ada penanda ketinggian," ucap Andre.

Saat kejadian, Andre mengemudikan truk bersama rekannya, Fajar (25). Keduanya dipastikan selamat dan tidak mengalami luka.

"Korban enggak ada," pungkas Andre.