Periskop.id - Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah menyatakan terus melakukan koordinasi dengan pihak travel serta otoritas di Arab Saudi, agar jamaah umrah yang tertahan akibat eskalasi dapat segera dipulangkan, tanpa harus terbebani biaya tambahan.

“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jamaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah M. Ilham Effendy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3).

Ilham mengatakan, KUH Jeddah memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan pihak maskapai, penyelenggara perjalanan, serta otoritas terkait guna membantu kelancaran proses kepulangan jamaah.

Seperti diketahui, sejumlah peserta umrah mengalami penjadwalan ulang penerbangan, utamanya mereka yang memiliki paket transit ke sejumlah negara di kawasan. Ada pula mereka yang mengalami pembatalan penerbangan.

“KUH terus melakukan pemantauan secara menyeluruh di area layanan bandara. Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jamaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkai

Tunda Keberangkatan
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya. Hal ini seiring dengan situasi keamanan di Asia Barat yang semakin dinamis dan tidak menenetu.                                                                                                                                                                                                                                        

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, imbauan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj.

Pemerintah juga meminta jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di tanah air, agar tetap tenang dan tidak panik. Berdasarkan laporan pengawasan lapangan, pada 5 Maret 2026 tercatat sebanyak 2.735 orang jamaah umrah Indonesia telah terpantau dan mendapatkan pendampingan dalam proses kepulangan, melalui sejumlah maskapai penerbangan.

Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan. Dengan demikian secara kumulatif jamaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.