periskop.id - Pemenrintah mengatakan ketahanan pangan Indonesia berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, terutama untuk komoditas strategis beras. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan cadangan beras di Maret 2026 mencapai 4 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5 juta ton pada bulan April 2026.
“Kami laporkan khusus beras hari ini di data 2 hari yang lalu, 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden,” ujar Amran di Istana Negara, dikutip Senin (16/3).
Menurut Amran cadangan beras sebesar ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 324 hari di tahun 2026 sehingga menjamin stok pangan tetap aman hingga hampir setahun.
"Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” lanjutnya.
Peningkatan stok beras ini kata Amran menjadi bukti ketahanan pangan nasional yang kuat, sekaligus langkah antisipasi terhadap fluktuasi pasokan atau potensi gangguan distribusi. Selain beras, sektor pertanian lain juga menunjukkan kinerja positif. Ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) meningkat 6 juta ton, sementara kebutuhan untuk biofuel mencapai 5,3 juta ton.
"Alhamdulillah naik dari 46 menjadi ekspor kita, dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton,” lapor Amran
Adapun, total ekspor pertanian tercatat naik 28%, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen pangan dunia. Keberhasilan ini juga tercermin pada pertumbuhan ekonomi sektor pertanian dan kesejahteraan petani. PDB sektor pertanian tercatat tumbuh di angka 5,74%, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) indikator kesejahteraan petani, berada pada level tertinggi dalam 33 tahun, berkat kebijakan pemerintah yang menaikkan HPP dan menurunkan harga pupuk hingga 20% tanpa membebani APBN.
"Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20% tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelas Amran.
Dengan kondisi ini, Amran memastikan bahwa sektor pangan tetap aman, stok beras terjaga, dan kesejahteraan petani meningkat.
"Semua aman di sektor pangan," tutup Amran.
Tinggalkan Komentar
Komentar