periskop.id - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengimbau warga segera mengamankan instalasi kelistrikan rumah sebelum berangkat mudik Lebaran. Langkah pengecekan ulang ini sangat krusial demi mencegah musibah kebakaran serta bahaya korsleting akibat potensi genangan banjir.

"Saya titip kepada masyarakat ya, bagi masyarakat yang melaksanakan mudik agar memeriksa kembali listrik-listrik di rumahnya, pastikan listrik-listrik dalam kondisi aman," kata General Manager PLN UID Jakarta Raya Andy Adchaminoerdin saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (15/3).

Pemilik rumah wajib memastikan seluruh perangkat elektronik dalam kondisi tidak tersambung arus daya. Alat elektronik tak terpakai sebaiknya segera dilepas dari stopkontak atau dimatikan total.

Tindakan preventif mematikan aliran listrik ini mampu menekan risiko gangguan arus pendek secara signifikan. Kondisi rumah kosong sangat rentan mengalami kebakaran akibat korsleting alat elektronik.

Periode libur mudik kali ini bertepatan dengan tingginya curah hujan selama bulan Maret. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu kewaspadaan ekstra terhadap ancaman genangan air masuk ke dalam rumah.

Otoritas kelistrikan menyoroti kerawanan posisi kabel-kabel yang menjuntai di area lantai. Warga harus memindahkan instalasi bawah tersebut menuju area tempat penempatan lebih tinggi.

"Kalau ada kabel-kabel yang berbahaya, diamankan, kabel-kabel yang di lantai, kabel rol dan sebagainya tolong diangkat lebih naik karena bulan Maret masih ada potensi hujan, kemungkinan banjir masih ada ya," imbaunya.

Penataan ulang posisi kabel gulung ini bertujuan menghindari kontak langsung dengan rambatan air genangan. Kesetrum menjadi ancaman fatal ketika luapan banjir merendam instalasi beraliran daya.

Selain urusan teknis peralatan kelistrikan, perusahaan pelat merah ini turut menyarankan langkah pencegahan secara sosial. Komunikasi antarwarga lingkungan menjadi kunci utama penjagaan keamanan tempat tinggal.

Para perantau diminta melapor kepada pengurus Rukun Tetangga (RT) sebelum meninggalkan kediaman masing-masing. Pemudik juga bisa menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga terdekat.

Langkah pelaporan ini sangat membantu proses pemantauan aset bangunan selama pemiliknya pulang kampung. Warga sekitar bisa merespons cepat jika terjadi situasi darurat melanda rumah kosong tersebut.

"Bilamana meninggalkan rumahnya, minimal memberikan informasi kepada tetangganya ataukah mungkin RT setempat, jadi ini untuk jaga-jaga saja bilamana terjadi apa-apa terkait dengan bencana banjir atau pun apa pun bisa dibantu oleh masyarakat atau tetangga sekitarnya," pungkasnya.