periskop.id - PT PLN (Persero) angkat bicara soal pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (9/6). Gangguan itu bersumber dari masalah teknis di pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa 1.

Manager PLN UP3 Bogor Grahaita Gumelar menerangkan, kerusakan pada PLTGU Jawa 1 menyebabkan kemampuan pasok listrik ke sistem kelistrikan merosot. Akibatnya, sejumlah wilayah layanan terdampak gangguan aliran listrik secara langsung.

Advertisement

"Sehubungan gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 yang mengakibatkan penurunan kemampuan pasok pembangkit ke sistem kelistrikan, PT PLN (Persero) UP3 Bogor saat ini melakukan berbagai langkah untuk tetap menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan," ujar Grahaita dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).

Sebagai respons atas penurunan kapasitas itu, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah titik layanan. Langkah tersebut membuat sebagian pelanggan harus menahan diri dari pasokan listrik untuk sementara waktu.

"Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sebagian wilayah layanan. Sebagian pelanggan akan mengalami penghentian sementara aliran listrik dengan durasi yang disesuaikan dengan kondisi operasional sistem," tambahnya.

Pemadaman listrik sebelumnya dilaporkan terjadi di berbagai titik di Kota maupun Kabupaten Bogor. Kabar gangguan itu turut menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian warga setempat.

Salah satu kawasan yang disebut terdampak adalah Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Wilayah tersebut masuk dalam area layanan PLN UP3 Bogor yang saat ini tengah dalam penanganan pemulihan sistem.

PLN memastikan proses penanganan terus berjalan dan tidak dihentikan. Perusahaan listrik pelat merah itu berjanji memperbarui informasi secara berkala kepada pelanggan yang terdampak melalui saluran resmi.

Grahaita juga menyampaikan permintaan maaf resmi atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan layanan tersebut. Ia memastikan perkembangan pemulihan sistem akan dikomunikasikan secara rutin.

"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Informasi lebih lanjut terkait perkembangan penanganan dan pemulihan sistem akan disampaikan secara berkala melalui unit layanan setempat dan kanal resmi PLN," pungkas Grahaita.