periskop.id - Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Jakarta. Pada Selasa, 17 Maret atau H-4 Lebaran, Stasiun Gambir mencatat 17.657 penumpang berangkat menuju berbagai daerah. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah kedatangan yang hanya 4.918 orang.
“Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang volume kedatangan,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo melansir Antara, Selasa (17/3).
Ia menambahkan, Stasiun Pasar Senen justru mencatat volume keberangkatan tertinggi dengan 24.412 penumpang, sementara kedatangan mencapai 8.700 orang.
Kereta favorit dari Gambir antara lain Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, Cakrabuana, Pangandaran, dan Batavia. Sedangkan dari Pasar Senen, pemudik banyak memilih KA Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo.
Secara keseluruhan, volume keberangkatan dari seluruh stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta, termasuk Karawang, Bekasi, Cikampek, Jatinegara, dan Cikarang, mencapai 54.216 orang. Sementara kedatangan tercatat 22.574 penumpang. Angka ini menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 56.446 penumpang berangkat dan 24.866 penumpang tiba.
“Secara kumulatif 11–17 Maret 2026, volume naik 346.845 orang, volume turun 163.582 orang,” jelas Franoto.
PT KAI Daop 1 Jakarta menyediakan kapasitas 1.083.623 kursi selama masa angkutan Lebaran. Hingga kini, masih tersedia 343.914 kursi. Setiap hari, KAI mengoperasikan 68 KA reguler jarak jauh, 12 KA tambahan dari Gambir, tujuh KA tambahan dari Pasar Senen, serta empat KA motor gratis.
Sebagai catatan, tren mudik dengan kereta api terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa moda kereta api menjadi pilihan utama pemudik karena lebih efisien dibandingkan perjalanan darat.
Pada Lebaran 2025, misalnya, KAI mencatat lebih dari 3,5 juta penumpang selama periode angkutan Lebaran. Lonjakan ini diperkirakan terus berulang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi massal yang lebih aman dan nyaman.
Tinggalkan Komentar
Komentar