periskop.id - Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan tujuh orang meninggal dunia dan 82 lainnya luka-luka imbas insiden kecelakaan kereta api. Perusahaan memastikan para korban saat ini sudah mendapat penanganan medis secara menyeluruh.

​"Dengan penuh keprihatinan, kami menyampaikan hingga saat ini 7 orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka," kata manajemen KAI melalui akun media sosial resminya, Selasa (28/4).

​Proses evakuasi dan penanganan medis menjadi fokus utama petugas di lapangan.

​Seluruh penumpang terdampak kecelakaan langsung dilarikan menuju fasilitas kesehatan terdekat.

​"Seluruh korban telah mendapatkan penanganan di rumah sakit rujukan," jelas KAI.

​Manajemen KAI juga mengambil langkah cepat terkait beban finansial yang menimpa para penumpang.

​Perusahaan langsung menggandeng pihak asuransi untuk menjamin perlindungan para korban.

​Kolaborasi ini memastikan seluruh penumpang luka tidak perlu memikirkan tagihan rumah sakit.

​Pihak asuransi juga menyiapkan dana khusus bagi keluarga penumpang yang kehilangan nyawa.

​"KAI bersama pihak asuransi memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka serta santunan dan biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sesuai ketentuan," tegas KAI.

​Perusahaan mengakhiri pernyataan resminya dengan mengirimkan ungkapan belasungkawa.

​"Doa kami menyertai seluruh korban dan keluarga," tutup KAI.