Periskop.id - Sebuah pencapaian bersejarah bagi identitas nasional Indonesia terjadi di jantung Gereja Katolik dunia. Bahasa Indonesia kini secara resmi menjadi bahasa ke-57 yang tersedia di layanan Vatican News. 

Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada Rabu (25/3).

Melalui kerja sama antara perwakilan Indonesia dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, akses terhadap pesan pesan dari Paus Fransiskus kini semakin terbuka lebar bagi jutaan orang dalam bahasa mereka sendiri. 

Penandatanganan dokumen penting tersebut berlangsung di kantor pusat Vatican News dan Radio Vatikan di Roma, Italia.

Acara tersebut dihadiri oleh delegasi tingkat tinggi yang mewakili Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci. 

Sebagai informasi, Vatican News merupakan portal berita resmi Takhta Suci Vatikan yang menyajikan informasi terkini mengenai aktivitas Paus, dinamika Gereja Katolik global, dan isu isu dunia melalui platform multimedia yang mencakup teks, audio, hingga video.

Perayaan Persahabatan dan Pengakuan Identitas Nasional

Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI, Uskup Agustinus Tri Budi Utomo, memberikan apresiasi mendalam atas terwujudnya kolaborasi ini. 

Ia memandang kehadiran Bahasa Indonesia di portal tersebut bukan sekadar alih bahasa, melainkan upaya nyata untuk menjembatani umat Katolik di Indonesia dengan pusat keagamaan Katolik dunia.

“Sebuah perayaan persahabatan yang berkelanjutan, pengakuan atas identitas nasional kita, serta penguatan jembatan iman antara Indonesia dan pusat Gereja universal,” sampai Agustinus dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inovasi ini merupakan bentuk modern dari penyampaian "kabar baik" bagi masyarakat. Kehadiran jalur informasi langsung ini sangat bermakna tidak hanya bagi warga di tanah air, tetapi juga bagi negara tetangga yang serumpun.

“Umat Katolik di Indonesia dan Malaysia kini dapat mendengar suara Bapa Suci dan pesan Gereja universal dalam bahasa ibu mereka sendiri,” ungkap Agustinus.

Mendorong Inklusivitas dan Komunikasi Pastoral

Dukungan penuh juga datang dari jajaran pimpinan komunikasi Vatikan. Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, bersama Direktur Editorial Andrea Tornielli, serta Wakil Direktur Editorial sekaligus Kepala Radio Vatikan, Massimiliano Menichetti, menekankan pentingnya kesepakatan ini.

Mereka menyampaikan bahwa integrasi Bahasa Indonesia akan sangat membantu dalam mendorong inklusivitas serta memperkuat komunikasi pastoral. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa keterhubungan yang jauh lebih mendalam antara Vatikan dengan umat setempat.

Gereja lokal di Indonesia diyakini akan mendapatkan sumber daya yang sangat bermanfaat dalam menjalankan pelayanannya. Selain itu, kesepakatan ini memastikan bahwa pesan pesan universal mengenai perdamaian dan persaudaraan dapat tersampaikan dengan sangat jelas dalam konteks budaya Indonesia yang khas.

Momen Bersejarah bagi Bangsa Indonesia

Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono. 

Ia hadir langsung dalam prosesi penandatanganan dan menyebut peristiwa ini sebagai momen yang sangat monumental. Menurutnya, ini adalah sejarah baru bagi Indonesia, khususnya bagi seluruh umat Katolik di penjuru Nusantara.

Dengan resminya Bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-57, masyarakat kini memiliki akses langsung untuk membaca berita tentang Paus dan Vatikan, termasuk kabar perkembangan Gereja dari seluruh dunia tanpa kendala bahasa.

Penambahan bahasa baru ini diharapkan menjadi sarana bagi lebih banyak orang untuk terhubung dengan Gereja serta sesama di tingkat global.