periskop.id - Rombongan bus yang berisi suporter klub Persebaya Surabaya mengalami penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK). Insiden tersebut terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
Penyerangan terjadi ketika rombongan tersebut sedang menuju pulang ke arah Jawa Timur setelah menyaksikan laga BRI Super League yang mempertemukan Persija dan Persebaya di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4/2026).
Pihak kepolisian menyebut penyerangan tersebut terjadi di dua titik lokasi berbeda. Aksi itu sempat viral di media sosial, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kepadatan.
Kronologi Penyerangan
Menurut keterangan dari Kanit I PJR Tol Cikampek, AKP Aris, rombongan suporter tersebut terdiri dari empat bus. Keempat bus tersebut diserang oleh OTK yang datang dari semak-semak di pinggir jalan tol.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, pelaku yang melakukan penyerangan tersebut terlihat membawa batu, sajam, dan petasan. Mereka menghancurkan bus tersebut dengan melempari batu sehingga mengakibatkan satu dari empat bus mengalami kerusakan.
Melihat aksi penyerangan tersebut, suporter bonek (julukan pendukung Persebaya) sempat turun dari bus untuk melakukan pembalasan. Aksi balas-serang pun tidak terhindari selama kurang lebih 20 menit.
AKP Aris mengatakan, pihaknya yang saat itu sedang melakukan patroli langsung bergerak cepat mensterilkan area agar tidak terjadi bentrokan yang lebih luas.
“Setibanya di Tol Jakarta–Cikampek, mereka diserang oleh orang-orang tak dikenal, diduga dari kelompok lain. Kami langsung mengambil tindakan untuk mengamankan lokasi,” kata AKP Aris.
Aksi penyerangan tersebut diketahui terjadi di dua titik lokasi yang berbeda. Lokasi pertama, pelaku melakukan penyerangan di KM 13 Tol Japek dengan melemparkan batu dari bahu jalan dan semak-semak.
Kemudian, lokasi kedua terjadi di KM 51 Tol Japek sebelum rombongan suporter tersebut masuk ke rest area. AKP Aris mengatakan pelaku terdiri dari kurang lebih 10 sampai 20 orang.
“Kurang lebih ada 10 hingga 20 orang tidak dikenal di setiap titik, rata-rata masih usia remaja. Mereka langsung melarikan diri saat anggota PJR melintas,” katanya.
Pengawalan Ketat
Setelah dilakukan pengamanan, pihak kepolisian meminta para suporter bonek kembali masuk ke dalam bus. Kemudian, Aris pun langsung mengawal rombongan bus ke rest area untuk diberi pengarahan. Ia mengimbau kepada para suporter bonek untuk tidak terpancing emosi.
Setelah dilakukan pengarahan, pihak kepolisian melakukan pengawalan rombongan bus hingga gerbang tol Cikampek Utama untuk memastikan perjalanan rombongan tersebut aman.
Saat tiba di Gerbang Tol Cikampek Utama, AKP Aris melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di Tol Cipali untuk dilakukan estafet pengawalan
Dampak dan Kerusakan
Meski aksi penyerangan itu menggunakan batu, senjata tajam, dan petasan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, satu dari empat bus mengalami kerusakan pada bagian kaca akibat lemparan yang dilakukan para pelaku.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga sempat mengalami kepadatan karena bus berhenti di tengah jalan, sementara para pelaku sempat masuk ke area jalan tol.
Tinggalkan Komentar
Komentar