Periskop.id - Sebuah studi global mengungkap sebuah fakta menarik mengenai kebiasaan bepergian masyarakat Indonesia. Negara Indonesia ternyata menjadi salah satu negara dengan proporsi warga yang belum pernah bepergian ke luar negeri paling tinggi di dunia. 

Berdasarkan data dari survei bertajuk Spring 2023 Global Attitudes Survey yang dirilis oleh lembaga riset internasional Pew Research Center, sebanyak 92% responden dari Indonesia menyatakan bahwa mereka sama sekali belum pernah mengunjungi negara lain.

Advertisement

Angka statistik yang sangat besar ini menempatkan posisi Indonesia di urutan kedua tertinggi dari total 24 negara yang dilibatkan dalam survei tersebut. Posisi Indonesia hanya berada satu tingkat di bawah India, yang menempati peringkat pertama dengan persentase sebesar 95 persen. 

Temuan ini dengan jelas memperlihatkan bahwa pengalaman perjalanan internasional masyarakat Indonesia masih relatif terbatas dan tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, khususnya negara-negara di kawasan Eropa.

Sebagai perbandingan, di Swedia, proporsi warga yang belum pernah menginjakkan kaki di luar negeri tercatat kurang dari 1% saja. Belanda juga mencatatkan angka yang sangat rendah yaitu hanya 1%, yang kemudian diikuti oleh Jerman dengan 3% dan Inggris dengan 4%. 

Perbedaan angka yang sangat mencolok ini memperlihatkan adanya jurang mobilitas internasional yang cukup lebar antara masyarakat di negara berkembang dengan masyarakat di negara maju.

Perbandingan Data Perjalanan Antarnegara di Dunia

Dalam kelompok negara berkembang atau yang sering disebut sebagai kawasan Global South, posisi Indonesia berada di atas beberapa negara lainnya. Nigeria mencatat sebanyak 90% warganya belum pernah ke luar negeri, disusul oleh Brasil dengan 87%, Meksiko dengan 79%, Afrika Selatan dengan 77%, dan Kenya dengan 72%.

Di sisi lain, dari total keseluruhan responden di Indonesia, hanya ada sekitar 6% saja yang mengaku pernah melakukan perjalanan luar negeri ke satu hingga empat negara.

Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah tabel rincian persentase warga yang belum pernah bepergian ke luar negeri dari 24 negara yang disurvei oleh Pew Research Center:

PeringkatNegaraPersentase Belum Pernah ke Luar Negeri
1India95%
2Indonesia92%
3Nigeria90%
4Brasil87%
5Meksiko79%
6Afrika Selatan77%
7Kenya72%
8Argentina64%
9Jepang34%
10Polandia32%
11Amerika Serikat23%
12Yunani21%
13Korea Selatan21%
14Hungaria17%
15Spanyol15%
16Italia14%
17Israel12%
18Australia10%
19Prancis10%
20Kanada9%
21Inggris4%
22Jerman3%
23Belanda1%
24Swedia<1%

Korelasi dengan Rendahnya Angka Kepemilikan Paspor

Fakta mengenai minimnya mobilitas warga Indonesia ke luar negeri ini ternyata sejalan dan didukung kuat oleh data resmi penerbitan paspor setiap tahunnya. 

Berdasarkan data berkala yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, jumlah penduduk Indonesia yang mengurus paspor untuk bepergian ke luar negeri setiap tahunnya tercatat kurang dari 2% dari total populasi penduduk.

Berikut adalah tabel rincian data penerbitan dokumen paspor, jumlah total penduduk, serta proporsinya dari tahun ke tahun:

TahunJumlah Penerbitan PasporTotal Jumlah PendudukProporsi terhadap Penduduk (%)
20183.183.951265.015.3001,20%
20193.191.467268.074.6001,19%
20201.382.339270.203.9000,51%
20211.018.923272.682.5000,37%
20223.878.904275.773.8001,41%
20235.053.315278.696.2001,81%
20244.838.581281.603.8001,72%
20254.033.676284.438.8001,42%

Faktor Ekonomi dan Pesona Wisata Domestik Jadi Alasan Utama

Melihat fenomena tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai alasan mengapa mayoritas warga negara Indonesia belum pernah bepergian ke luar negeri. Berdasarkan analisis dari berbagai sumber serta kesimpulan opini para warganet di media sosial, faktor paling mendasar yang menjadi penghambat utama adalah masalah keterbatasan ekonomi dan kesenjangan pendapatan masyarakat.

Bagi sebagian besar kepala rumah tangga di Indonesia, alokasi pendapatan bulanan yang mereka peroleh masih harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan hidup paling utama dan mendasar, seperti biaya pangan harian, tempat tinggal, kesehatan, serta biaya pendidikan anak. 

Mengingat biaya perjalanan internasional membutuhkan modal dana yang sangat besar mulai dari biaya pembuatan paspor, pengurusan visa, pembelian tiket pesawat lintas negara, hingga biaya akomodasi penginapan selama di sana, liburan ke luar negeri masih dikategorikan sebagai kebutuhan mewah yang berada di luar jangkauan daya beli rata-rata masyarakat.

Selain faktor finansial, luasnya wilayah geografis Indonesia dan melimpahnya opsi destinasi wisata domestik juga menjadi alasan kuat lainnya. Indonesia memiliki ribuan pulau dengan keindahan alam yang sangat luar biasa mulai dari wisata pantai, pegunungan, hingga kekayaan ragam budaya yang sangat melimpah dari Sabang sampai Merauke. 

Banyak warga Indonesia yang merasa bahwa mengeksplorasi keindahan negeri sendiri jauh lebih menarik, praktis, dan ekonomis dibandingkan harus repot mengurus birokrasi dokumen perjalanan internasional yang rumit. 

Kombinasi antara skala prioritas keuangan rumah tangga dan tersedianya alternatif wisata dalam negeri yang memukau inilah yang membuat agenda pergi ke luar negeri belum menjadi kebutuhan atau keinginan yang mendesak bagi mayoritas masyarakat Indonesia.