periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia menyebut, salah satu doa yang akan dipanjatkannya di Tanah Suci adalah agar pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II tumbuh lebih positif.

"Oh nanti malam mau latihan, katanya malam saya mau tutor bagaimana cara melakukan haji yang baik. Iya, doanya pertumbuhan ekonomi makin cepat," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Rabu (6/5).

Ia menilai, saat ini Indonesia telah menunjukkan kinerja positif dengan berhasil keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5%. Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan bisa terus dijaga dan ditingkatkan.

"Ini kan kita sudah, kalau saya bilang kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, 5,61. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada. Tapi teman-teman juga bantu doain dong, jangan dijelek-jelekin terus," tuturnya.

Menanggapi sejumlah kritik terhadap kondisi fiskal Indonesia, Purbaya menilai fundamental fiskal nasional tetap solid dengan defisit yang terjaga. Bahkan, ia menyebut Indonesia memiliki kinerja fiskal yang kompetitif dibandingkan negara lain, baik di kawasan Asia maupun global.

"Fiskal bagus dibilang jelek, fiskal bagus defisitnya terkendali dibilang itu yang melemahkan nilai tukar. Padahal dibanding seluruh negara di Asia, di dunia, kita ini paling canggih loh," ungkapnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa tambahan anggaran baru. Menurutnya, ini merupakan sebuah keajaiban, di mana pertumbuhan dapat ditingkatkan melalui optimalisasi kebijakan, termasuk pengelolaan likuiditas antara Bank Indonesia dan sektor perbankan, serta program-program lainnya.

"Apalagi kemarin kita bisa berhasil, kalau saya bilang sih keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. Dengan hanya memindahkan uang dari BI ke perbankan, disamping program-program lain tentunya. Artinya saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal," tutupnya.