periskop.id - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tengah menggulirkan gagasan besar untuk membuka akses baru di kawasan barat Bogor. Ia merencanakan pembangunan jalur poros yang akan menghubungkan Kabupaten Lebak (Banten), Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat).
Menurut Rudy, proyek ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan strategi untuk menggerakkan roda ekonomi di wilayah yang selama ini relatif terisolasi.
Dalam pernyataannya di Cibinong, Selasa, Rudy menegaskan bahwa rencana pembangunan jalan penghubung Malasari–Cianten sudah masuk dalam agenda pembangunan tahun 2026.
"Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (2/6).
Rudy menjelaskan, jalur tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas kawasan barat Bogor yang berbatasan langsung dengan Lebak dan Sukabumi. Ia mengaku telah memulai komunikasi dengan pemerintah daerah di dua wilayah tersebut untuk mewujudkan jalur poros lintas kabupaten.
"Kami mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama membangun jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi," katanya.
Jika jalur ini terwujud, masyarakat yang hendak menuju Sukabumi maupun Palabuhanratu tidak lagi harus melewati jalur tengah Bogor yang kerap padat. Rudy menilai keberadaan jalur alternatif tersebut akan memperpendek waktu tempuh sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
"Sehingga apabila jalur poros tersebut terbangun, Bogor membangun, menuntaskan, melebarkan Jalan Malasari, lalu terhubung dengan Lebak-Banten, lalu terhubung dengan Sukabumi," jelasnya.
Wacana ini muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari sepanjang 18,5 kilometer mulai menunjukkan dampak nyata. Jalan tersebut membuka akses menuju kawasan wisata di kaki Gunung Halimun Salak, yang sebelumnya sulit dijangkau. Kini, kunjungan wisatawan meningkat, usaha warga tumbuh, dan aktivitas ekonomi lokal semakin bergairah.
Sebagai tambahan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wilayah barat Bogor memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan kopi, serta ekowisata berbasis hutan. Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang membentang di Bogor, Lebak, dan Sukabumi menjadi salah satu destinasi ekowisata terbesar di Jawa, dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Infrastruktur jalan yang memadai diyakini akan memperkuat akses wisata sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Selain itu, Kementerian PUPR dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menekankan pentingnya pembangunan konektivitas antarwilayah untuk mendukung pemerataan ekonomi. Jalur poros Lebak–Bogor–Sukabumi berpotensi masuk dalam prioritas strategis karena mendukung integrasi lintas provinsi dan kabupaten.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar