periskop.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan kerusakan alam di wilayah Bogor menjadi pemicu utama bencana banjir dan longsor yang berdampak hingga ke Jakarta.

 

Gubernur yang akrab disapa KDM ini berpendapat, masifnya alih fungsi lahan di kawasan resapan air serta perbukitan meningkatkan frekuensi bencana dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” ujarnya, Selasa (5/5).

 

KDM mengungkapkan, lahan hijau yang semestinya menjadi penyangga air kini banyak beralih fungsi. Kawasan perbukitan mulai dipadati pembangunan pemukiman warga secara luas. Kebijakan tata ruang masa lalu dinilai memberikan kontribusi besar terhadap kondisi saat ini.

 

Ia menilai dampak kerusakan lingkungan tersebut tidak hanya bersifat lokal. Masalah di hulu akan selalu mengalir dan merugikan wilayah hilir yang lebih rendah.

 

“Bogor itu bukan hanya untuk masyarakat Bogor. Bogor menjaga Bekasi, Karawang, hingga Jakarta,” tegasnya.

 

Secara spesifik, KDM menyoroti perubahan bentang alam di kawasan Sukamakmur. Wilayah perbukitan di sana kini banyak berubah wujud menjadi deretan perumahan. Hal ini memperbesar risiko tanah longsor bagi warga sekitar.

 

Selain longsor, aliran sungai dari perbukitan yang gundul semakin mudah meluap. Kondisi tersebut mengirimkan debit air besar ke daerah bawah saat hujan deras. Keseimbangan ekosistem di titik ini dianggap sudah berada pada level mengkhawatirkan.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menyusun langkah strategis penanganan. Fokus utamanya adalah mengembalikan fungsi tata ruang sesuai peruntukan awal. Pemulihan lingkungan menjadi prioritas agar bencana tidak terus berulang.

 

“Kami berusaha mengembalikan tata ruang Bogor agar gunung, aliran sungai, dan danau tetap terjaga, sehingga bencana tidak datang setiap waktu,” katanya. 

 

Pemulihan tata ruang ini menurutnya menjadi kunci perlindungan kawasan aglomerasi. Tanpa perbaikan di hulu, lanjut KDM, Jakarta akan selalu terancam banjir kiriman. 

 

Untuk itu, KDM mendesak penghentian eksploitasi ruang yang mengabaikan keselamatan publik.

 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk peduli. Menjaga keasrian alam Bogor adalah investasi keselamatan jangka panjang. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut.

 

“Kalau ingin Bogor, Bekasi, Karawang sampai Jakarta terbebas dari bencana, mari kita jaga Bogor agar tidak hanya menjadi pusat eksploitasi, tetapi tetap mempertahankan keasrian alamnya,” pungkasnya.