periskop.id - Limbah popok bayi sekali pakai dikenal sebagai salah satu sampah rumah tangga yang paling sulit terurai. Tiga mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) kini menawarkan jawaban atas masalah tersebut lewat inovasi popok bayi berbahan biodegradable yang mereka kembangkan dalam ajang kompetisi bisnis nasional.

Tim yang menamakan diri Impacta ini terdiri atas Fairuz Syarapina dari Program Studi Administrasi Asuransi dan Aktuaria, Dede Nawa dari Program Studi Administrasi Perpajakan, serta Ivena Hawa Tunaya dari Program Studi Penyiaran Multimedia. Ketiganya tampil di Business Plan Spark Up Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Banking School.

Advertisement

Ide ini tidak muncul begitu saja. Fairuz menyebutkan bahwa keprihatinan terhadap besarnya volume sampah popok yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai menjadi titik awal lahirnya gagasan tersebut. Mereka melihat industri kebutuhan bayi sebagai sektor yang belum banyak tersentuh pendekatan keberlanjutan.

Apa Itu Popok Bayi Biodegradable?

Popok bayi biodegradable adalah produk yang seluruh material penyusunnya dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme, berbeda dengan popok konvensional yang umumnya mengandung plastik dan bahan sintetis.

Inovasi Tim Impacta menggunakan bahan 100% biodegradable dan dilengkapi disposal bag khusus yang dirancang untuk mempercepat proses penguraian limbah popok. Dengan tambahan kantong pembuangan ini, proses dekomposisi diharapkan jauh lebih singkat dibanding popok sekali pakai biasa.

"Kami melihat bahwa limbah popok menjadi salah satu penyumbang sampah yang cukup besar dan membutuhkan waktu lama untuk terurai. Melalui inovasi ini, kami ingin menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi fungsi dan kenyamanan produk bagi penggunanya," tutur Fairuz di Depok, Jumat.

Tim Impacta dan Perjalanan di Spark Up Challenge 2026

Jalan Tim Impacta menuju babak final kompetisi ini tidak sepenuhnya mulus. Mereka harus melewati serangkaian tahapan seleksi, dari pengumpulan Business Model Canvas, penilaian proposal bisnis, hingga sesi presentasi dan pitching deck di hadapan juri.

Tantangan bertambah karena isu keberlanjutan dan industri produk bayi berada di luar bidang studi utama masing-masing anggota tim. Riset mendalam pun menjadi keharusan di tengah persiapan yang berlangsung bersamaan dengan aktivitas akademik mereka.

Justru dari situ, kolaborasi lintas disiplin ini menghasilkan sesuatu yang tidak terduga. Kemampuan analisis dari bidang aktuaria, pemahaman regulasi dari latar perpajakan, dan keahlian komunikasi dari studi penyiaran bergabung membentuk pendekatan bisnis yang menyeluruh.

Inovasi Popok Ramah Lingkungan dan Kaitannya dengan SDGs

Produk yang dikembangkan Tim Impacta selaras dengan tujuan ke-12 Sustainable Development Goals (SDGs) tentang Responsible Consumption and Production, yang mendorong pengurangan limbah serta peralihan ke produk-produk yang lebih berkelanjutan.

Fairuz menegaskan bahwa kompetisi ini membuka perspektif baru bagi timnya soal penerapan ilmu kuliah di luar konteks akademik konvensional. "Kemampuan analisis, pengelolaan risiko, serta penyusunan strategi bisnis dapat diintegrasikan untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa solusi atas masalah lingkungan bisa datang dari arah yang tidak terduga. Bagi orang tua yang mulai mempertimbangkan pilihan popok yang lebih bertanggung jawab secara ekologis, perkembangan produk biodegradable seperti ini layak untuk terus diikuti.