Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7). Penyambutan berlangsung dengan protokol kenegaraan penuh menjelang siang.
Iring-iringan kendaraan Lukashenko memasuki gerbang Istana Merdeka dengan pengawalan pasukan berkuda dan pengawal bermotor. Sejumlah siswa sekolah dasar berseragam merah-putih turut berbaris di halaman, melambaikan bendera kecil Indonesia dan Belarus.
"Kunjungan ini adalah kunjungan kedua dari Presiden Lukashenko setelah kunjungan beliau yang pertama ke Indonesia pada tahun 2013 yang lalu," tutur Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7).
Setibanya di depan Istana, Lukashenko turun dari kendaraan dan langsung disambut Prabowo dengan jabat tangan serta pelukan. Keduanya sempat menyaksikan pertunjukan Tari Enggang dari Kalimantan Timur sebelum bersama-sama berjalan menuju teras Istana.
Di teras, kedua pemimpin memberikan sikap hormat saat lagu kebangsaan Belarus dan Indonesia dimainkan bergantian. Momen tersebut diiringi tembakan meriam salvo sebanyak 21 kali.
Prabowo dan Lukashenko kemudian menginspeksi pasukan kehormatan yang berdiri di halaman Istana. Mereka sempat menyapa para siswa yang berbaris di sana sebelum kembali ke teras untuk saling memperkenalkan delegasi masing-masing.
Di dalam Istana, Lukashenko menandatangani buku tamu disaksikan Prabowo. Setelah menandatangani, pemimpin Belarus itu menyerahkan pulpen yang ia gunakan kepada Prabowo, sebuah alat tulis berwarna emas bercorak hitam.
Keduanya lalu menggelar pertemuan empat mata, kemudian dilanjutkan dengan sesi bilateral yang turut diikuti delegasi kedua negara. Sejumlah menteri mendampingi Prabowo, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut hadir mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Lukashenko sebenarnya telah tiba di Jakarta sejak Rabu (1/7). Ia disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan pada malam harinya menginap di Istana Negara.
Sugiono mengungkapkan, keinginan menginap di Istana Kepresidenan datang dari Lukashenko sendiri, bukan pilihan yang lazim bagi tamu kenegaraan. Kepala negara lain, menurutnya, biasanya lebih memilih menginap di hotel.
"Beliau kali ini berkehendak untuk bisa bermalam di Istana," kata Sugiono.
Sugiono merinci, Lukashenko awalnya dijadwalkan menginap di Wisma Negara yang berada dalam kompleks Istana Kepresidenan. Namun Prabowo meminta agar tempat bermalam Presiden Belarus itu dipindah ke Istana Negara.
"Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif di Istana," pungkas politikus Partai Gerindra itu.
Tinggalkan Komentar
Komentar