Periskop.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Blora dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berhasil dipadamkan tim gabungan dengan cepat. Respons sigap petugas di lapangan disebut berhasil mencegah api meluas ke permukiman warga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, penanganan cepat tersebut melibatkan sejumlah unsur di daerah. Ia menyebut kolaborasi itu jadi kunci utama mencegah karhutla meluas lebih jauh.

"Penanganan karhutla di dua wilayah di Jawa Tengah tersebut dilakukan secara sigap oleh tim gabungan BPBD, Damkar, Satpol PP, relawan, hingga masyarakat setempat," kata Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Abdul memaparkan, peristiwa karhutla di Blora terjadi Rabu (22/7). Kebakaran itu menghanguskan total tiga hektare lahan di dua lokasi terpisah.

Kebakaran pertama melanda kawasan lahan tebu di Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan.

Disusul kebakaran rumpun bambu di Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo. Api di kedua lokasi tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Kamis (23/7).

Sementara itu, insiden karhutla di Klaten terjadi di Desa Trokerton, Kecamatan Pedan, pada Kamis (23/7) sore sekitar pukul 16.10 WIB. Luas area terdampak mencapai enam hektare.

Abdul menambahkan, informasi dari tim BPBD menyebutkan kebakaran lahan di Klaten dipicu aktivitas pembakaran rumput ilalang. Api kemudian menjalar tak terkendali karena diterpa angin ke areal sekitarnya.

Berkat pengerahan armada dan kesiapsiagaan tim gabungan yang segera tiba di lokasi, api di Klaten berhasil dipadamkan secara total pada hari yang sama.

"BPBD Kabupaten Klaten segera menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan di hari yang sama sekitar pukul 17.45 WIB dan tanpa korban jiwa," kata Abdul Muhari.