periskop.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus bergeser lebih kuat ke arah pencegahan. Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan negara untuk melakukan penindakan terhadap koruptor jauh lebih besar dibandingkan dengan langkah preventif sejak dini.

“Lebih baik kita melakukan proses pencegahan. Penindakan pasti akan lebih mahal, dari awal sampai akhir sudah di dalam pun masih ditanggung negara—makannya, bajunya, seragamnya, dan lain-lain,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Senin (11/5).

Setyo menyampaikan pesan filosofis mengenai titik awal perjuangan melawan korupsi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyepakati bahwa masa depan Indonesia yang bersih dari rasuah tidak bermula dari tindakan represif aparat penegak hukum, melainkan dari meja sekolah.

“Tanamkan bahwa masa depan tanpa korupsi, harapan untuk hari ini, esok, dan masa depan tidak dimulai dari ruang pemeriksaan, tidak dimulai dari ruang penyidikan, apalagi ruang persidangan. Mari kita sepakati bersama bahwa masa depan tanpa korupsi dimulai dari ruang kelas,” tegasnya.

Sebagai implementasi visi tersebut, KPK mendorong penggunaan buku panduan antikorupsi yang diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang. Setyo mengibaratkan panduan tersebut sebagai “kitab” pedoman yang meski disusun manusia dengan segala keterbatasan, memiliki misi besar untuk menyelamatkan masa depan anak cucu bangsa.

“Saya berharap kita bisa meninggalkan sebuah kitab—anggaplah ini kitab suci—yang memang dibuat oleh sesama manusia dengan segala kekurangan dan keterbatasan, tetapi berupa panduan antikorupsi yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita, cucu-cucu kita,” ungkap Setyo.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi. Langkah kolaboratif ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang berintegritas dari tingkat pusat hingga daerah.